SIMULASI AUTOMATIC RAILWAY CROSSING MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN ALGORITMA PERCABANGAN BERSARANG BERBASIS ARDUINO UNO
A. LATAR BELAKANG
Kebutuhan transportasi
merupakan kebutuhan turunan (derived demand) akibat aktivitas ekonomi, sosial,
dan sebagainya. Dalam kerangka makro-ekonomi, transportasi merupakan tulang
punggung perekonomian nasional, regional, dan lokal, baik di perkotaan maupun
di pedesaan. Harus diingat bahwa sistem transportasi memiliki sifat sistem
jaringan di mana kinerja pelayanan transportasi sangat dipengaruhi oleh
integrasi dan keterpaduan jaringan.
Sarana
transportasi yang ada di darat, laut, maupun udara memegang peranan vitaldalam
aspek sosial ekonomi melalui fungsi distribusi antara daerah satu dengan daerah
yang lain. Distribusi barang, manusia, dll. akan menjadi lebih mudah dan cepat
bila sarana transportasi yang ada berfungsi sebagaimana mestinya sehingga
transportasi dapat menjadi salah satu sarana untuk mengintegrasikan berbagai
wilayah di Indonesia. Melalui transportasi penduduk antara wilayah satu dengan
wilayah lainya dapat ikut merasakan hasil produksi yang rata maupun hasil
pembangunan yang ada.
Skala
ekonomi , lingkup ekonomi , dan keterkaitan harus tetap menjadi pertimbangan
dalam pengembangan transportasi dalam kerangka desentralisasi dan otonomi
daerah yang kerap didengungkan akhir-akhir ini. Ada satu kata kunci ini disini,
yaitu integrasi, di mana berbagai pelayanan transportasi harus ditata
sedemikian rupa sehingga saling terintegrasi, misalnya truk pengangkut
kontainer, kereta api pengangkut barang, pelabuhan peti kemas, dan angkutan laut
peti kemas, semuanya harus terintegrasi dan memungkinkan sistem transfer yang
terus menerus .
Kebutuhan
angkutan bahan-bahan pokok dan komoditas harus dapat dipenuhi oleh sistem
transportasi yang berupa jaringan jalan, kereta api, serta pelayanan pelabuhan
dan bandara yang efisien. angkutan udara, darat, dan laut harus saling
terintegrasi dalam satu sistem logistik dan manajemen yang mampu menunjang
pembangunan nasional.
Salah
satu sarana transportasi tersebut yaitu kereta api, alat transportasi ini
merupakan alat transportasi yang terhindar dari kemacetan karena memiliki rute
nya sendiri. Alat transportasi ini dilengkapi dengan adanya palang pintu
perlintasan yang diletakkan pada tiap perlintasan rel yang dilalui jalan raya.
Saat kereta api melintas maka pintu perlintasan akan menutup jalan raya
sehingga kereta dapat berjalan dengan lancar, hanya saja tidak semua
persimpangan rel kereta dengan jalan raya ini memiliki pintu perlintasan dan
alarm peringatan kedatangan kereta sehingga dapat membahayakan para pengguna
jalan raya yang menyeberang rel kereta. Pintu perlintasan kereta api rel yang
ada sekarang masih memanfaatkan tenaga operator untuk membuka dan menutup pintu
perlintasan, sehingga dapat terjadi kemungkinan adanya human error. Salah satu contohnya adalah kelalaian
petugas penjaga pintu perlintasan dan keterlambatan informasi kereta datang
yang masuk agar dapat direspon petugas pintu perlintasan untuk menutup pintu
perlintasan, ketika human error itu terjadi saat ada kereta api listrik yang
melintas dapat menyebabkan tertabraknya kendaraan yang kebetulan melintas tidak
mengetahui kedatangan kereta karena melewati jalur kereta yang tidak tertutup
pintu perlintasannya. Maka diperlukan otomatisasi proses membuka dan menutup
pintu perlintasan sehingga hanya diperlukan pengawasan terhadap unit controlnya
saja. Untuk keamanan penyeberangan pintu perlintasan dalam simulasi ini
dirancang palang pintu perlintasan otomatis. Dengan dibuatnya alat ini
diharapkan dapat membantu pemahaman tentang prinsip kerja buka dan tutup pintu
perlintasan secara otomatis dan kendali kecepatan otomatis.
B. STUDI LITERATUR
Studi
literatur dilakukan dengan membaca dan memahami suatu sistem pemrograman dari
modul yang dikirimkan oleh dosen terkait materi Algoritma Percabangan
Bersarang. Setelah mempelajari dengan seksama, algoritma tersebut dapat
digunakan dengan sebuah mikrokontoroler dan menggunakan Bahasa pemrograman
Arduino untuk melakukan pengontrolan komponen elektronika, kemudian dituangkan
dalam bentuk simulasi. Pembuatan simulasi menggunakan aplikasi Proteus dan
suatu mikrokontroler Arduino Uno, LED,IR sensor,motor servo dan Buzzer.
Kelebihan
· Dapat digunakan untuk mengontrol
suatu sistem kendali
· Algoritma percabangan bersarang
dapat diterapkan pada suatu alat elektronika
Kekurangan
· Bahasa sulit dipahami bagi orang
awam yang ingin mempelajari, sehingga dibutuhkan pelatihan dasar mengenai
fungsi ataupu statement yang digunakan dalam program.
C. METODE PERANCANGAN
flowchart
·
Software
Berikut adalah pemrograman Arduino dengan bahasa C untuk simulasi
pemrograman Algoritma Percabangan Bersarang menggunakan software Arduino IDE :
int motorA1
= 3;
int motorA2 = 2;
int motorB1 = 1;
int motorB2 = 0;
int sensor1 = 5;
int sensor2 = 4;
int ledRed = 9;
int sensor = HIGH;
void setup(){
pinMode(motorA1, OUTPUT);
pinMode(motorA2, OUTPUT);
pinMode(motorB1, OUTPUT);
pinMode(motorB2,OUTPUT);
pinMode(8, OUTPUT);
pinMode(9, OUTPUT);
pinMode(sensor1, INPUT);
pinMode(sensor2, INPUT);
Serial.begin(9600);
}
}
void loop(){
sensor = digitalRead(sensor1);
if
(sensor==LOW)
{
digitalWrite(motorA1, HIGH);
digitalWrite(motorA2, LOW);
digitalWrite(motorB1, HIGH);
digitalWrite(motorB2, LOW);
digitalWrite(8, HIGH);
digitalWrite(9, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(motorA1, LOW);
digitalWrite(motorA2, LOW);
digitalWrite(motorB1, LOW);
digitalWrite(motorB2, LOW);
delay(3000);
}
sensor = digitalRead(sensor2);
if(sensor == LOW)
{
digitalWrite(8, LOW);
digitalWrite(9, LOW);
digitalWrite(motorA1, LOW);
digitalWrite(motorA2, HIGH);
digitalWrite(motorB1, LOW);
digitalWrite(motorB2, HIGH);
delay(1000);
digitalWrite(motorA1, LOW);
digitalWrite(motorA2, LOW);
digitalWrite(motorB1, LOW);
digitalWrite(motorB2, LOW);
delay(3000);
}
}
HARDWARE
Ada
3 bagian inti yang terdapat pada Train Gate, yaitu:
a. Input berupa Infrared
b. Proses berupa Arduino Uno
c. Output berupa motor Servo , Buzzer dan Led
SCHEMATIC RANGKAIAN
VIDEO SIMULASI
Cara Kerja
Perangkat
ini dilengkapi oleh sensor infrared yang berjumlah dua buah sensor yang
terpasang pada kedua sisi gerbang perlintasan untuk mendeteksi kedatangan kereta
api. Bila sensor pada satu sisi gerbang perlintasan kereta api mendeteksi kedatangan
kereta maka sensor ini akan mengirimkan sinyal ke mikrokontroler Arduino uno untuk
menutup gerbang perlintasan. Pintu gerbang perlintasan akan tetap tertutup sampai
kereta melewati perlintasan danakan membuka kembali setelah sensor pada sisi
lain dari perlintasan tidak mendeteksi keberadaan kereta api.
Pada
prosesnya, mikrokontroler akan memproses masukan dari kedua sensor infrared. Jika sensor 1 terhalang suatu benda, maka sensor tersebut akan memantulkan sinar infrared pada photodioda dan sensor akan aktif lalu sensor memberikan logika 0 pada pin 5.
Lalu mikrokontroler Arduino Uno akan memproses logika tersebut, prosenya berupa mengaktifkan motor servo agar palang pintu kereta api menjadi
turun dan buzzer akan berbunyi. Lalu ketika kereta api
melewati sensor infrared kedua, maka sensor ke 2 tersebut akan mengirimkan sinyal ke mikrokontroler
Arduino Uno. Sinyal tersebut merupakan perintah agar motor servo aktif untuk menaikan palang
pintu kereta
dan mematikan buzzer agar tidak berbunyi
lagi.
analisa percobaan
Sistem
Train Gate ini menggunakan mikrokontroler Arduino
Uno sebagai sistem kontrol dengan pencatuan 5V/0,5A DC, menggunakan total 8 pin
Arduino Uno dari total 14 pin yang ada. Alat input berupa 2 buah sensor infrared, penggunaan 2 buah sensor infrared sebagai input bertujuan untuk
mengetahui kereta
yang melewati sensor. Sensor ini bekerja pada tegangan 5V DC dengan arus kerja
0.5A. Sedangkan output yang digunakan berupa penggerak palang yaitu motor servo ber-tegangan 5V DC yang akan menaikan ataupun menurunkan palang ketika kereta api akan lewat, kemudian ada buzzer 5V DC yang akan berbunyi ketika kereta api lewat,
dan ada juga sebuah Led merah yang akan menyala ketika palang tertutup. Train Gate bekerja ketika
ada sebuah kereta lewat
yang menghalangi sensor infrared, maka sinar infrared akan memantulkannya pada
photodioda
dan akan memberi logika 0 pada pin 5.
KONDISI
|
KONDISI SENSOR
|
KONDISI MOTOR DC
|
SENSOR 1
|
TERHALANG / LOW
|
PALANG KERETA 1 TURUN
|
SENSOR 1
|
TIDAK TERHALANG / HIGH
|
PALANG KERETA 1 NAIK
|
SENSOR 2
|
TERHALANG / LOW
|
PALANG KERETA 2 NAIK
|
SENSOR 2
|
TIDAK TERHALANG / HIGH
|
PALANG KERETA 2 TURUN
|
Kesimpulan
Train
Gate bekerja ketika sensor infrared yang awal mulanya dalam kondisi High, lalu terhalang
oleh suatu objek maka sensor tersebut akan berkondisi Low. Dan kondisi tersebut
akan mengaktifkan motor servo untuk menurunkan palang agar tertutup, sebagai
gambarannya pada lalu lintas yang terbagi 2 akibat adanya perlintasan kereta
api. Cara kerja alat ini adalah saat kereta api akan melintas dan kereta
tersebut menutup sensor infrared, maka palang akan otomatis tertutup, setelah
kereta tersebut melintas, sensor infrared tidak terhalang lagi, dan palang
kereta api akan terbuka kembali.
referensi :
https://lazyuser12.blogspot.com/p/algoritma-pemrograman-dan-kasus-teknik.html
studentsite :
http://12417188.student.gunadarma.ac.id/
studentsite :
http://12417188.student.gunadarma.ac.id/
Comments
Post a Comment