ANALISIS
PENGGANTIAN
Sebuah keputusan yang seringkali dihadapi oleh perusahaan maupun organisasi pemerintah adalah apakah aset yang ada saat ini harus dihentikan dari penggunaannya, diteruskan setelah dilakukan perbaikan, atau diganti dengan aset baru. Oleh karena itu, masalah penggantian (replacement problem) memerlukan analisis ekonomi teknik yang sangat hati-hati agar dapat diperoleh informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan logis yang selanjutnya dapat memperbaiki efisiensi operasi serta posisi persaingan perusahaan.
Kadang-kadang analisis ini berupa pertanyaan mengenai apakah kita harus menghentikan penggunaan sebuah aset tanpa dilakukan penggantian (abandonment) atau apakah kita tetap mempertahankan aset tersebut sebagai cadangan (back-up) daripada sebagai penggunaan utama. Keputusan dapat berupa pertanyaan apakah keharusan perubahan tersebut dapat dipenuhi dengan memperbesar kapasitas atau kemampuan aset yang sudah ada saat ini atau apakah harus mengganti aset yang ada saat ini (aset lama), yang secara deskriptif sering disebut sebagai defender, dengan sebuah aset baru. Satu atau lebih alternatif aset pengganti (baru) kemudian disebut sebagai penantang (challenger).
ALASAN-ALASAN ANALISIS PENGGANTIAN
Empat alasan utama yang meringkas sebagian besar penyebab penggantian aset adalah sbb:
Sebuah keputusan yang seringkali dihadapi oleh perusahaan maupun organisasi pemerintah adalah apakah aset yang ada saat ini harus dihentikan dari penggunaannya, diteruskan setelah dilakukan perbaikan, atau diganti dengan aset baru. Oleh karena itu, masalah penggantian (replacement problem) memerlukan analisis ekonomi teknik yang sangat hati-hati agar dapat diperoleh informasi yang dibutuhkan untuk membuat keputusan logis yang selanjutnya dapat memperbaiki efisiensi operasi serta posisi persaingan perusahaan.
Kadang-kadang analisis ini berupa pertanyaan mengenai apakah kita harus menghentikan penggunaan sebuah aset tanpa dilakukan penggantian (abandonment) atau apakah kita tetap mempertahankan aset tersebut sebagai cadangan (back-up) daripada sebagai penggunaan utama. Keputusan dapat berupa pertanyaan apakah keharusan perubahan tersebut dapat dipenuhi dengan memperbesar kapasitas atau kemampuan aset yang sudah ada saat ini atau apakah harus mengganti aset yang ada saat ini (aset lama), yang secara deskriptif sering disebut sebagai defender, dengan sebuah aset baru. Satu atau lebih alternatif aset pengganti (baru) kemudian disebut sebagai penantang (challenger).
ALASAN-ALASAN ANALISIS PENGGANTIAN
Empat alasan utama yang meringkas sebagian besar penyebab penggantian aset adalah sbb:
1.
Kerusakan (pemburukan) fisik : adalah perubahan yang terjadi pada kondisi fisik
aset. Biasanya, penggunaan berlanjut (penuaan) akan menyebabkan pengoperasian
sebuah aset menjadi kurang efisien.
2. Keperluan perubahan : aset modal (capital aset) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang dapat memenuhi keinginan manusia. -> kategori lain dari keusangan (obsolescence)
3. Teknologi : Dampak perubahan teknologi terhadap berbagai jenis aset akan berbeda-beda. Contoh : peralatan manufaktur terotomatisasi. -> kategori lain dari keusangan (obsolescence)
4. Pendanaan : Faktor keuangan melibatkan perubahan peluang ekonomi eksternal terhadap operasi fisik atau penggunaan aset dan akan melibatkan pertimbangan pajak. Contoh : menyewa (mengontrak) aset mungkin akan lebih menarik daripada memiliki aset tersebut. -> dapat dianggap sebagai bentuk keusangan (obsolescence)
2. Keperluan perubahan : aset modal (capital aset) digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang dapat memenuhi keinginan manusia. -> kategori lain dari keusangan (obsolescence)
3. Teknologi : Dampak perubahan teknologi terhadap berbagai jenis aset akan berbeda-beda. Contoh : peralatan manufaktur terotomatisasi. -> kategori lain dari keusangan (obsolescence)
4. Pendanaan : Faktor keuangan melibatkan perubahan peluang ekonomi eksternal terhadap operasi fisik atau penggunaan aset dan akan melibatkan pertimbangan pajak. Contoh : menyewa (mengontrak) aset mungkin akan lebih menarik daripada memiliki aset tersebut. -> dapat dianggap sebagai bentuk keusangan (obsolescence)
Umur ekonomi (economic life) adalah periode waktu (tahun) yang menghasilkan equivalent uniform annual cost (EUAC) minimum dari kepemilikan dan pengoperasian sebuah aset.
Umur kepemilikan (ownership life) adalah periode antara tanggal perolehan dan tanggal “pembuangan” (disposal) oleh seorang pemilik. Contoh : sebuah mobil dapat berfungsi sebagai kendaraan keluarga utama untuk beberapa tahun dan kemudian berfungsi sebagai angkutan lokal untuk beberapa tahun kemudian.
Umur fisik (physical life) adalah periode antara perolehan awal dan pelepasan (pembuangan) akhir sebuah aset selama rangkaian kepemilikannya. Contoh : mobil yang baru saja digambarkan dapat memiliki beberapa pemilik selama keberadaannya.
Masa manfaat (useful life) adalah periode waktu (tahun) selama sebuah aset berada dalam masa produktif (baik sebagai aset utama maupun cadangan). Masa manfaat adalah estimasi seberapa lama sebuah aset diharapkan dapat dimanfaatkan dalam perdagangan atau bisnis untuk menghasilkan pendapatan.
FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS DIPERTIMBANGKAN DALAM ANALISIS PENGGANTIAN
Kesalahan hasil analisis akan sangat membahayakan keputusan yang logis, sehingga ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam analisis penggantian :
1. Kesalahan estimasi masa lalu
Setiap
kesalahan estimasi yang dibuat pada analisis sebelumnya terhadap aset lama
tidaklah relevan (kecuali terdapat implikasi pajak penghasilan). Contoh :
ketika nilai buku (BV) sebuah aset lebih besar daripada nilai pasar (MV) masa
sekarangnya, perbedaannya seringkali dianggap sebagai sebuah kesalahan
estimasi. ‘Kesalahan’ tersebut juga timbul ketika kapasitas tidak lagi
mencukupi, biaya pemeliharaan lebih tinggi dari yang diantipasi dst.
Faktanya adalah bhw kerugian tsb telah terjadi, mampu atau tidak mampu ditanggung, dan kerugian ini tetap timbul tanpa melihat apakah penggantian dilakukan atau tidak.
Faktanya adalah bhw kerugian tsb telah terjadi, mampu atau tidak mampu ditanggung, dan kerugian ini tetap timbul tanpa melihat apakah penggantian dilakukan atau tidak.
2.
Perangkap Sunk Cost (Biaya Tertanam)
Jika
pajak dilibatkan, kita harus memasukkan sunk cost ke dalam analisis ekonomi
teknik. Kesalahan serius dapat terjadi dalam praktek jika sunk cost ditangani
secara tidak tepat dalam.
Sunk cost (yaitu MV-BV<0 ada.="" akan="" akhir="" alternatif="" aset="" berkaitan="" dengan="" ditambahkan="" harga="" harus="" hasil="" ini="" kesalahan="" lama.="" lama="" mempertahankan="" menghasilkan="" menguntungkan="" pada="" pembelian="" span="" tepat="" terbaik="" tidak="" yang="">0>
Sunk cost (yaitu MV-BV<0 ada.="" akan="" akhir="" alternatif="" aset="" berkaitan="" dengan="" ditambahkan="" harga="" harus="" hasil="" ini="" kesalahan="" lama.="" lama="" mempertahankan="" menghasilkan="" menguntungkan="" pada="" pembelian="" span="" tepat="" terbaik="" tidak="" yang="">0>
3. Nilai
investasi aset lama dan pandangan pihak luar (outsider viewpoint)
“Titik
pandang pihak luar (outsider viewpoint)” untuk memperkirakan jumlah investasi
aset lama (defender). Outsider Viewpoint adalah perspektif pihak ketiga yang
netral dalam menetapkan MV sebuah aset bekas secara wajar (fair). Titik pandang
ini mendorong analis untuk memfokuskan pada arus kas saat ini dan masa datang,
sehingga menghindari godaan untuk memikirkan biaya masa lalu.
MV saat ini yang dapat dicapai (dimodifikasi oleh pengaruh pajak penghasilan) adalah jumlah investasi yang tepat untuk ditetapkan terhadap aset yang ada saat ini dalam analisis penggantian. Salah satu cara membenarkan hal ini adalah dengan menggunakan biaya peluang (opportunity cost) atau prinsip peluang yang hilang (opportunity forgone principle). Artinya, jika diputuskan untuk tetap mempertahankan aset yang ada saat ini, kita melepaskan peluang untuk memperoleh MV neto yang dapat dicapai pada waktu tersebut. Jadi, hal ini menggambarkan opportunity cost mempertahankan aset lama (defender).
Jika terdapat pengeluaran investasi baru, misalnya untuk pemeriksaan dan perbaikan aset lama sehingga dapat bersaing dengan penantang (aset pengganti), maka dalam analisis penggantian, pengeluaran ini harus ditambahkan pada MV yang dapat dicapai saat ini untuk menentukan investasi total aset lama.
Ketika menggunakan outsider viewpoint, total investasi aset lama adalah opportunity cost dari tidak menjual aset yang ada saat ini untuk memperoleh MV-nya, plus biaya memperbaikinya sehingga dapat bersaing dengan penantang terbaik (semua aset baru yang layak dipertimbangkan).
MV aset lama tidak harus dikurangi dari harga pembelian aset pengganti ketika menggunakan outsider viewpoint untuk menganalisis masalah penggantian. Kesalahan ini akan menggandakan MV aset lama dan membiaskan perbandingan yang menguntungkan aset pengganti.
MV saat ini yang dapat dicapai (dimodifikasi oleh pengaruh pajak penghasilan) adalah jumlah investasi yang tepat untuk ditetapkan terhadap aset yang ada saat ini dalam analisis penggantian. Salah satu cara membenarkan hal ini adalah dengan menggunakan biaya peluang (opportunity cost) atau prinsip peluang yang hilang (opportunity forgone principle). Artinya, jika diputuskan untuk tetap mempertahankan aset yang ada saat ini, kita melepaskan peluang untuk memperoleh MV neto yang dapat dicapai pada waktu tersebut. Jadi, hal ini menggambarkan opportunity cost mempertahankan aset lama (defender).
Jika terdapat pengeluaran investasi baru, misalnya untuk pemeriksaan dan perbaikan aset lama sehingga dapat bersaing dengan penantang (aset pengganti), maka dalam analisis penggantian, pengeluaran ini harus ditambahkan pada MV yang dapat dicapai saat ini untuk menentukan investasi total aset lama.
Ketika menggunakan outsider viewpoint, total investasi aset lama adalah opportunity cost dari tidak menjual aset yang ada saat ini untuk memperoleh MV-nya, plus biaya memperbaikinya sehingga dapat bersaing dengan penantang terbaik (semua aset baru yang layak dipertimbangkan).
MV aset lama tidak harus dikurangi dari harga pembelian aset pengganti ketika menggunakan outsider viewpoint untuk menganalisis masalah penggantian. Kesalahan ini akan menggandakan MV aset lama dan membiaskan perbandingan yang menguntungkan aset pengganti.
Contoh
1 :
Investasi
modal sebuah mesin yang dibeli dua tahun lalu adalah $20.000. Mesin tersebut telah
disusutkan dengan menggunakan metode MACRS (GDS), dan BVnya saat ini adalah
sebesar $9.600. MV mesin tersebut, jika dijual saat ini, adalah $5.000 dan akan
memerlukan biaya $2.000 untuk mereparasi mesin agar tetap dapat dipergunakan
selama lima tahun lagi. Berapakah (a) total investasi aset lama dan (b) nilai
yang tidak diamortisasi?
Jawaban :
Investasi aset lama adalah MVnya saat ini plus setiap pengeluaran yang dibutuhkan agar aset masih dapat dipergunakan (dan dapat dibandingkan) relatif terhadap mesin baru yang tersedia.
(a) Investasi untuk mempertahankan mesin sekarang adalah $5.000 + $2.000 = $7.000
(b) Jika mesin ini dijual sebesar $5.000, nilai yang tidak diamortisasi akan sebesar $9.600 - $5.000 = $4.600
4. Pentingnya konsekuensi pajak penghasilan
Penggantian aset seringkali menimbulkan capital gain atau capital loss atau keuntungan atau kerugian dari penjualan tanah atau properti yang dapat disusutkan. Untuk memperoleh analisis ekonomi yang akurat dalam hal ini, analisis harus dibuat dengan dasar setelah pajak (after-tax basis).
Pengaruh pajak penghasilan pada keputusan penggantian tidak dapat diabaikan. Kredit pajak penghasilan yang hilang berkaitan dengan alternatif mempertahankan aset lama akan menjauhkan preferensi ekonomi dari aset lama, sehingga mendorong aset pengganti sebagai pilihan lebih baik.
Jawaban :
Investasi aset lama adalah MVnya saat ini plus setiap pengeluaran yang dibutuhkan agar aset masih dapat dipergunakan (dan dapat dibandingkan) relatif terhadap mesin baru yang tersedia.
(a) Investasi untuk mempertahankan mesin sekarang adalah $5.000 + $2.000 = $7.000
(b) Jika mesin ini dijual sebesar $5.000, nilai yang tidak diamortisasi akan sebesar $9.600 - $5.000 = $4.600
4. Pentingnya konsekuensi pajak penghasilan
Penggantian aset seringkali menimbulkan capital gain atau capital loss atau keuntungan atau kerugian dari penjualan tanah atau properti yang dapat disusutkan. Untuk memperoleh analisis ekonomi yang akurat dalam hal ini, analisis harus dibuat dengan dasar setelah pajak (after-tax basis).
Pengaruh pajak penghasilan pada keputusan penggantian tidak dapat diabaikan. Kredit pajak penghasilan yang hilang berkaitan dengan alternatif mempertahankan aset lama akan menjauhkan preferensi ekonomi dari aset lama, sehingga mendorong aset pengganti sebagai pilihan lebih baik.
5. Umur
ekonomi aset baru
Umur
ekonomi aset akan meminimasi ekuivalen biaya tahunan seragam (equivalent
uniform annual cost – EUAC) kepemilikan dan pengoperasian aset. Sangat penting
untuk mengetahui umur ekonomi aset baru (penantang) berdasarkan prinsip bahwa
aset baru dan aset lama harus dibandingkan berdasarkan umur ekonomi (optimum)
mereka.
6. Umur
ekonomi aset lama
Pembandingan
aset baru dengan lama harus dilakukan secara hati-hati karena melibatkan umur
yang berbeda. Aset lama harus dianggap memiliki umur lebih lama dibanding umur
ekonomi sebenarnya sepanjang biaya marginalnya kurang dari EUAC minimum aset
baru.
SOAL –SOAL ANALISIS PENGGANTIAN
1. Seorang kontraktor jaringan pipa sedang mempertimbangkan pembelian beberapa bagian dari peralatan bergerak untuk menurunkan biaya. Beberapa alternatifnya adalah sbb:
Rencana A : mempertahankan backhoe yang sedang digunakan saat ini. Kontraktor masih berutang $10.000 pada mesin ini namun dapat menjualnya seharga $15.000. Mesin ini masih dapat dipergunakan selama enam tahun lagi dengan total biaya pemeliharaan, asuransi, serta tenaga kerja sebesar $28.000 per tahun.
Rencana B : membeli sebuah trenching machines dan backfill work dan menjual backhoe yang digunakan saat ini. Mesin baru memerlukan biaya sebesar $55.000, akan habis dalam enam tahun dengan nilai pasar $15.000, serta akan mengurangi biaya pemeliharaan tahunan, asuransi dan tenaga kerja menjadi $20.000.
Jika besarnya MARR adalah 8% per tahun sebelum pajak, rencana mana yang seharusnya diambil? Gunakan prosedur PW untuk mengevaluasi kedua rencana tersebut berdasarkan analisis sebelum pajak. (11.4)
2. Andaikan bahwa anda memiliki sebuah mobil lama, yang sangat boros bensin. Mobil ini telah berusia 10 tahun dan dapat dijual ke seorang dealer lokal seharga $400. Asumsikan bahwa MV mobil tersebut dua tahun dari sekarang adalah nol. Biaya pemeliharaan tahunan sampai masa datang yang dapat diperkirakan adalah $800. Sementara itu, mobil hanya dapat melaju sepanjang 10 mil per gallon bensin. Biaya bensin adalah $15 per gallon dan anda memperkirakan bahwa mobil dapat menempuh 15.000 mil per tahun. Saat ini anda memiliki kesempatan untuk mengganti mobil tersebut dengan sebuah mobil yang lebih baik seharga $8.000. Jika anda membelinya, anda akan membayar tunai. Karena adanya jaminan selama dua tahun, biaya pemeliharaan diharapkan dapat diabaikan. Mobil ini dapat menempuh perjalanan 30 mil per gallon. Gunakan metode IRR dan tunjukkan alternatif mana yang harus anda pilih. Gunakan periode perbandingan dua tahun dan asumsikan bahwa mobil baru dapat dijual seharga $5.000 pada akhir tahun kedua. Abaikan pengaruh pajak penghasilan dan gunakan MARR 15% per tahun. Nyatakan asumsi lain yang anda buat.
3. Sebuah aset yang saat ini digunakan sedang dievaluasi untuk kemungkinan diganti. Aset ini dibeli empat tahun lalu seharga $62.000 dan telah disusutkan sebagai aset kelas properti lima tahun MACRS (GDS). Nilai pasarnya saat ini adalah $12.000. Sisa masa manfaatnya diperkirakan masih empat tahun lagi, namun diperlukan tambahan reparasi (dengan biaya $4.000 sekali) agar dapat memberikan jasa yang ekuivalen dengan aset pengganti. Pajak penghasilan efektif saat ini adalah 39% dan MARR setelah pajak = 15% per tahun. Berdasarkan Outsider viewpoint, berapakah investasi awal setelah pajak untuk aset lama jika aset tersebut tetap dipertahankan (tidak diganti sekarang)?
4. Sebuah mesin diesel (aset lama) telah dipasang sepuluh tahun lalu dengan biaya $50.000. Mesin ini memiliki relizable MV sebesar $14.000. Jika tetap dipertahankan, diperkirakan mesin ini akan habis lima tahun lagi, memerlukan biaya tahunan $14.000 dan memiliki nilai pasar $80.000 pada akhir tahun kelima. Mesin ini dapat diganti dengan mesin baru yang lebih baik dengan biaya $65.000 serta memiliki masa manfaat 20 tahun. Aset pengganti diperkirakan akan membutuhkan biaya tahunan sebesar $9.000 dan memiliki nilai pasar $13.000. Diperkirakan bahwa mesin tersebut akan dibutuhkan dalam jangka waktu tak terbatas dan bahwa hasil analisis ekonomi tidak akan dipengaruhi pajak penghasilan. Dengan menggunakan MARR sebelum pajak sebesar 15% per tahun, buatlah analisis untuk menentukan apakah mesin lama harus dipertahankan atau harus diganti.
5. Andaikan bahwa diperlukan analisis setelah pajak untuk situasi yang dihadapi dalam soal 11.4. Aset lama disusutkan dengan metode garis lurus selama 15 tahun dengan menggunakan nilai pasar sebesar $8.000. Asumsikan bahwa jika penggantian dilakukan, aset penggantian akan disusutkan dengan MACRS (GDS) kelas properti lima tahun. Selain itu, asumsikan pula bahwa tarif pajak penghasilan efektif adalah 40%. Gunakan metode AW untuk menentukan apakah penggantian aset dapat dibenarkan dengan MARR setelah pajak sebesar 10% per tahun atau lebih. (11.4, 11.8)
11.8. Anda memiliki sebuah mesin yang dibeli empat tahun lalu dan disusutkan dengan metode garis lurus selama lima tahun tanpa nilai pasar. Biaya awal mesin $150.000 dan memiliki umur 10 tahun atau lebih. Saat ini terdapat sebuah mesin baru dengan biaya hanya $100.000. Mesin baru ini dapat disusutkan dengan metode MACRS (GDS) (kelas properti lima tahun). Biaya tahunan aset pengganti hanyalah $5.000 sementara biaya aset lama adalah $20.000. Aset pengganti memiliki masa manfaat lebih dari 10 tahun. Jika mesin tersebut dijual saat ini, harga terbaik yang akan diperoleh adalah $40.000. Proyeksi terbaik anda untuk masa datang adalah bahwa anda memerlukan jasa salah satu mesin dari dua alternatif tersebut untuk lima tahun berikutnya. MV mesin lama diestimasi sebesar $2.000 dalam lima tahun, namun mesin baru diestimasi memiliki MV sebesar $5.000 dalam lima tahun. Jika MARR setelah pajak adalah 10% per tahun, apakah anda harus menjual aset lama dan membeli aset baru? Anda tidak membutuhkan dua mesin. Asumsikan bahwa perusahaan berada pada kelompok bertarif pajak penghasilan 40%. (11.4)
6. Telah diputuskan untuk mengganti sebuah bagian peralatan dengan yang lebih baru dan lebih produktif seharga $80.000 dan memiliki MV $20.000 pada akhir tahun masa manfaatnya selama enam tahun. Beban pemasangan peralatan baru tersebut sebesar $3.000; jumlah ini tidak ditambahkan pada investasi modal namun akan menjadi item biaya selama operasi tahun pertama. Penyusutan MACRS (GDS) (kelas properti lima tahun) akan digunakan. Peralatan baru tersebut akan mengurangi biaya langsung (tenaga kerja, pemeliharaan, pengerjaan kembali, dll) sebesar $10.000 pada tahun pertama dan jumlah ini diperkirakan akan meningkat sebesar $500 setiap tahun selama enam tahun masa manfaatnya. Diketahui bila bahwa BV mesin lama yang disusutkan secara penuh tersebut adalah sebesar $10.000 namun MVnya saat ini dalah sebesar $14.000. MV mesin lama ini akan menjadi nol dalam enam tahun. Pajak penghasilan sefektif sebesar 40%. (11.4)
a. Tentukan peningkatan (incremental) arus kas setelah pajak peralatan baru jika dipercaya bahwa mesin yang ada saat ini dapat dipergunakan secara memuaskan selama enam tahun lagi.
b. Asumsikan MARR setelah pajak 12% per tahun. Berdasarkan metode ERR, tentukan apakah anda harus mengganti aset lama dengan yang baru? Asumsikan &=MARR.
Sumber :
INFLASI
DAN PERUBAHAN HARGA
Inflasi harga umum (general price inflaction)
didefinisikan sebagai peningkatan harga yang dibayarkan untuk barang dan jasa
yang mengakibatkan penurunan daya beli unit moneter, yaitu sebuah realitas
bisnis yang dapat mempengaruhi perbandingan sebagai alternatif dari segi
ekonomi. Sejarah perubahan harga memperlihatkan bahwa inflasi lebih umum dan
sering terjadi dibandingkan deflasi, yaitu penurunan harga-harga yang
akhirnya meningkatkan daya beli unit moneter.
Salah satu pengukuran perubahan
harga (dan estimasi inflasi harga umum) dalam perekonomian adalah Indeks
harga konsumen (IHK). IHK merupakan indeks harga gabungan yang
mengukur perubahan harga bahan makanan, perumahan, perawatan kesehatan,
transportasi, pakaian, serta beberapa barang atau jasa tertentu yang digunakan
oleh individu dan keluarga.
Selain IHK, pemerintah federal
juga mengembangkan berbagai jenis indeks harga lainnya dari berbagai data yang
dikumpulkan dan dianalisa. Lembaga-lembaga utama yang biasanyaterlibat dalam
mengembangkan berbagai indeks harga adalah Departemen Tenaga Kerja (Biro
Statistik Tenaga Kerja) dan Departemen Perdagangan (pada Biro Analisis
Ekonomi). Indeks Harga produsen (Producer Price Indeks, PPI) serta Indeks Harga
Implisit untuk Produk Nasional Bruto (Impicit Price Indeks for Gross
National Product,
IPI-GNP) adalah dua jenis indeks selain IHK yang sering dipergunakan untuk mengestimasi inflasi harga umum. Indeks-indeks ini didasarkan pada data historis, namun dapat dipergunakan untuk peramalan jangka pendek.
IPI-GNP) adalah dua jenis indeks selain IHK yang sering dipergunakan untuk mengestimasi inflasi harga umum. Indeks-indeks ini didasarkan pada data historis, namun dapat dipergunakan untuk peramalan jangka pendek.
TERMINOLOGI DAN KONSEP-KONSEP DASAR
Dibawah ini merupakan beberapa istilah dan definisi yang
sering digunakan dalam pembahasan ini,
- Dolar Aktual (A$), sejumlah dolar yang berhubungan dengan sebuah arus kas (atau sejumlah arus non kas seperti penyusutan) sepanjang periode waktu terjadinya arus kas tersebut. Sebagi contoh, masyarakat pada umumnya melakukan antisipasi penghasilan mereka selama dua tahun dimuka dalam dolar aktual. Kadang-kadang A$ disebut sebagai dolar saat ini (current dollar) dan dolar yang telah terinflasi (Inflanted Dollar), dan daya beli dollar tersebut dipengaruhi oleh inflasi harga umum.
- Dolar Riil (R$), adalah suatu dolar yang dinyatakan dalam daya beli yang sama selama periode waktu tertentu. Sebagai contoh, unit harga masa depan barang dan jasa yang berubah dengan sangat cepat seringkali diestimasi dalam dollar riil (berdasarkan tahun dasar tertentu) untuk memberikan alat perbandingan yang konsisten. Kadang-kadang R$ dinyatakan sebagai Dolar konstan.
- Tingkat inflasi harga umum (f), sebuah pengukuran perubahan daya beli dolar selama periode waktu tertentu. Tingkat harga umum (juga berlaku pada situasi deflasi) didefinisikan oleh indeks perubahan harga pasar pada berbagai periode dasar.
- Tingkat bunga kombinasi (nominal) adalah uang yang dibayarkan untuk penggunaan modal, biasanya dinyatakan sebagai tingkat nominal (%) yang memasukkan penyesuaian pasar untuk tingkat inflasi harga yang telah diantisipasi. Jadi, tingkat bunga nominal adalah tingkat bunga pasar dan menggambarkan perubahan nilai waktu dari arus kas masa datang yang memperhitungkan pendapatan potensial riil (the potential real earning power of money) maupun estimasi inflasi harga umum dalam perekonomian.
- Tingkat bunga riil (i), merupakan uang yang dibayarkan untuk penggunan modal, biasanya dinyatakan sebagai tingkat nominal (%) yang tidak memasukkan penyesuaian pasar untuk tingkat inflasi harga umum yang telah diantisipasi dalam perekonomian. Tingkat bunga riil kadang-kadang disebut sebagai tingkat bunga yang bebas inflasi.
- Periode waktu dasar (b), periode waktu yang menjadi referensi atau periode waktu dasar yang digunakan untuk mendefinisikan daya beli dolar riil (konstan).
HUBUNGAN ANTARA DOLAR AKTUAL DENGAN DOLAR RIIL
Hubungan aktual dolar aktual (A$)
dengan dolar riil (R$) didefisikan dalam tingkat inflasi harga umum, yaitu
fungsi dari f.
Dolar aktual pada setiap titik
waktu tertentu (yaitu fungsi k) dapat dinkonversikan ke dalam dolar riil
dari daya beli yang konstan ( fungsi b) berdasarkan hubungan berikut.
Hubungan antara dolar aktual dengan dolar riil ini
berlaku untuk unit harga, atau biaya sejumlah tertentu barang dan jasa
individual, yang digunakan untuk mengembangkan arus kas individual. Desain
untuk jenis arus kas tertentu ( fungsi j) akan dimasukkan sebagai
berikut.
Lambang dan adalah unit harga atau sejumlah biaya yang
tetap, dari barang dan jasa j pada periode waktu k dalam dolar
riil dan dolar aktual.
TINGKAT BUNGA YANG TEPAT DALAM ANALISIS EKONOMI TEKNIK
Secara umum, tingkat bunga yang tepat untuk perhitungan
dalam analisis ekonomi teknik tergantung pada jenis estimasi arus kas:
Metode
|
Jika
Arus Kas Didefinisikan dalam
|
Maka
Tingkat Bunga yang Digunakan
|
A
|
Dolar
aktual (A$)
|
Tingkat
bunga kombinasi
|
B
|
Dolar
riil (R$)
|
Tingkat
bunga riil
|
Tabel ini mengandung pengertian sebagai berikut. Jika
seorang sedang melakukan estimasi arus kas dalam satuan dolar aktual (yang
terinflasi), maka tingkat bunga kombinasi (tingkat bunga pasar yang mengandung
komponen inflasi) akan digunakan. Begitu pula halnya, jika seorang sedang
melakukan estimasi arus kas dalam dolar riil, maka tingkat bunga riil (bebas
dari inflasi) akan digunakan. Jadi, seseorang dapat membuat analisi ekonomi
dalam satuan dolar aktual maupun riil asalkan digunakan tingkat bunga yang
tepat.
HUBUNGAN ANTAR TINGKAT BUNGA KOMBINASI DAN RIIL DENGAN
TINGKAT INFLASI UMUM
Dalam melakukana analisis ekonomi teknik diperlukan
satuan dolar riil atau dolar aktual. Jadi, hubungan antara dolar aktual dengan
dolar riil sangatlah penting, sehingga nilai ekuivalen dari sebuah arus kas
pada periode dasar akan sama, baik ketika digunakan ananalisi dolar aktual
maupun riil.
Sebuah arus kas masa datang dalam
satuan dolar aktual pada waktu k , . Nilai ekuivalen (equivalent
worth, EW) arus kas ini pada periode dasar (b), dengan
menggunakan tingkat bunga kombinasi adalah.
Jumlah arus kas masa datang dalam satuan dolar riil pada
waktu k, , dengan daya beli yang sam adalah.
Nilai ekuivalen jumlah dolar riil ini pada periode waktu
dasar, dengan menggunakan tingkat bunga riil (), adalah.
ANUITAS TETAP DAN RESPONSE
Apabila arus kas masa datang ditetapkan sebelumnya dalam
kontrak, seperti dalam kasus obligasi atau sebuah anuitas tetap, jumlah nilai
tidak terpengaruh oleh inflasi harga umum. Namun dalam kasus jumlah masa datang
tidak ditentukan terlebih dahulu, arus kas ini akan bereaksi terhadap inflasi
harag umum. Derajat tanggapan/respon akan bervariasi dari satu kasus ke kasus
lain.
Termasuk kedalam analisis ekonomi
teknik adalah beberapa besaran yang tidak responsif terhadap inflasi harga
umum, seperti penyusutan, pendapatan sewa guna usaha, dan bunga yang dibebankan
berdasarkan kontrak atau perjanjian pinjaman (loan agremennt) sebagai
contoh, penghapusan penyusutan (description write-off) sekali
ditentukan, tidak akan meningkat seiring dengan inflasi (berdasarkan praktek
akuntansi saat ini); pendapatan sewa guna usaha dan beban bunga biasanya
ditetapkan secara kontrak selama periode waktu tertentu. Dengan demikian,
ketika melakukan analisa dengan menggunakan dolar aktual adalah penting untuk
mengenali beberapa kuantitas yang tidak responsif terhadap tingkat inflasi
harga umum.
DAMPAK INFLASI HARGA UMUM TERHADAP ANALISA SETELAH PAJAK
Analisis ekonomi teknik yang melibatkan pengaruh inflasi
harga umum memberikan beberapa kesulitan karena beban bunga, deduksi
penyusutan, dan pembayaran sewa guna usaha adalah dalam dolar aktual
berdasarkan komitmen masa lalu. Pada umumnya, besaran-besaran tersebut tidak
responsif terhadap inflasi. Pada saat yang sama, banyak jenis arus kas
lainnya (misalnya tenaga kerja, material) bersifat responsif terhadap inflasi.
INFLASI ATAU DEFLASI DIFERENSASI
Tingkat inflasi harga umum (f) mungkin saja bukan
merupakan estimasi terbaik mengenai perubahan harga masa datang untuk satu atau
lebih arus kas biaya dan pendapatan dalam sebuah analisis ekonomi teknik.
Variasi antara inflasi harga umum dengan estimasi terbaik perubahan harga dimasa
datang untuk barang dan jasa tertentu dinamakan inflasi ( atau deflasi)
harga diferensial. Variasi ini timbul disebabkan oleh berbagai faktor
seperti perbaikan teknologi, dan perubahan produktivitas, peraturan pemerintah,
dan sebagainya. Selain itu, pembatasan dalam penawaran, peningkatan permintaan,
atau kombinasi keduanya akan mengubah nilai barang dan jasa tertentu relatif
terhadap barang dan jasa lainnya. Perubahan harga yang disebabkan oleh beberapa
kombinasi inflasi harga umum dan inflasi harga diferensial dapat dinyatakan
oleh eskalasi (atau penurunan) harga total. Tingkat eskalasi harga ini
lebih jauh didefinisikan sebagai berikut.
- Inflasi (atau deflasi) harga deferensial ), merupakan peningkatan (%) harga (dalam harga, atau biaya untuk sejumlah yang tetap), di bawah atau di atas tingkat inflasi harga umum, selama sebuah periode waktu (biasanya dalam satu tahun) untuk barang atau jasa j.
- Tingkat eskalasi atau kenaikan (penurunan) harga total (, total tingkat (%) perubahan harga (dalam unit harga, atau biaya sejumlah tetap tertentu) selama periode waktu (biasanya satu tahun) untuk barang dan jasa j. Tingkat eskalasi harga total sebuah barang dan jasa memasukkan pengaruh tingkat inflasi harga umum (f ) maupun tingkat inflasi harga deferensial ) terhadap perubahan harga.
HUBUNGAN ANTARA ESKALASI HARGA TOTAL, TINGKAT INFLASI
HARGA UMUM, DAN TINGKAT INFLASI DIFERENSIAL
Tingkat inflasi harga diferensial ) adalah perubahan
harga barang dan jasa j dalam dolar riil yang disebebkan oleh berbagai
faktor yang terjadi di pasar. Begitu pula halnya, tingkat eskalasi harga total
) adalah perubahan harag dalam dolar aktual. Pertimbangan unit harga,
atau sejumlah biaya yang tetap, dari barang dan jasa j dalam periode
waktu dasar, . Dengan demikian, biaya dalam dolar riil pada periode waktu k untuk
barang atau jas j adalah
Dari persamaan diatas, biaya dalam dolar aktual pada
periode waktu k adalah
=
Namun demikian, biaya dalam dolar aktual selama periode
waktu k , adalah juga fungsi dari tingkat eskalasi harga total
= )
STRATEGIS APLIKASI
Pendoman yang sering digunakan dalam praktek adalah
penilaian yang didasarkan pada estimasi perubahan harga prospektif serta pada
analisa sensitivitas. Meskipun demikian, metode analisa dolar aktual maupun
riil tetap dapat digunakan dalam praktek. Jika kedua metode tersebut diterapkan
dengan tepat, akan dihasilkan nilai ekuivalen arus kas periode waktu dasar yang
sama. Kedua metode tersebut juga membutuhkan jumlah informasi yang sama, dan
tidak ada perbedaan praktis dalam penerapanya.
Namun demikian, informasi yang dihasilkan oleh kedua
metode tersebut untuk melakukan interpretasiekonomi yang sangat berbeda. Hasil
dari analisa dolar aktual adalah dalam daya beli pasar yang selalu berubah
sepanjang waktu. Sedangkan hasil dari analisis dolar riil adalah dalam daya
beli pasar yang konstan yang didefinisikan oleh periode waktu dasar (b).
Jadi, analisis dolar riil memberikan informasi dalam satuan unit pengukuran
yang konstan, sementara analisis dolar aktual memberikan informasi dalam
kuantitas aktual yang akan terjadi selama periode analisis.
KONSEP KURS MATA UANG DAN DAYA BELI
Jika perusahaan domestik melakukan investasi diluar
negeri, maka arus kaas yang diterimanya adalah dalam satuan mata uang asing.
Biasanya, investasi luar negeri ditandai oleh dua (atau lebih) pengubahan mata
uang:
- Ketika investasi awal dibuat,
- Ketika arus kas dikembalikan ke perusahaan awal.
Kurs mata uang selalu berfluktasi sepanjang waktu,
kadang-kadang dengan fluktasi yang sangat hebat. Perubahan kurs antara dua mata
uang adalah analog dengan perubahan tingkat inflasi harga umum. Hal ini karena
daya beli relatif antara kedua mata uang tersebut berubah sama seperti daya
beli relatif antara dolar aktual dan dolar riil. Maka dapat diasumsikan sebagai
berikut.
= tingkat pengembalian dalam satuan tingkat bunga
kombinasi (pasar) relatif terhadap US dolar.
= tingkat pengembalian dalam
satuan tingkat bunga kombinasi (pasar) relatif mata uang asing.
= tingkat devaluasi tahunan
(tingkat perubahan tahunan dalam kurs) antara mata uang asing dan US dolar.
Dalam hubungan berkut ini,
positif digunakan ketika mata
uang asing didevaluasi terhadap dolar, dan
negatif digunakan ketika dolar didevaluasi terhadap mata
uang asing.
Sumber :
menghadapi
ketidakpastian
Dalam
teori ekonomi ada dua masalah pokok yang sering terjadi dalam dunia nyata,
yaitu masalah ketidakpastian dan ketidaksempurnaan informasi dimana keduanya
saling berhubungan, tetapi antara keduanya tetap bisa dibedakan.
Selama
ini kita selalu mengasumsikan bahwa konsumen, produsen, pekerja, dan sebagainya
mempunyai informasi yang lengkap tentang pilihan-pilihan yang cocok buat
mereka. Padahal dalam kenyataanya tidak demikian. Konsumen harus mencari harga
yang paling rendah. Pekerja harus mencari informasi tentang pekerjaan
alternatif. Semua persoalan tersebut membentuk suatu bidang studi yang disebut
ekonomi informasi (economics of information), yang merupakan suatu komoditi
yang hanya bisa diproleh mencari pekerjaan alternatif karena besarnya biaya
yang harus dikeluarkan.
Dalam
pengambilan suatu keputusan terdapat hal yang perlu kita ketahui yaitu adanya
suatu keputusan yang bersifat pasti dan ada yang bersifat tidak pasti
(certainty dan uncertainty). Penentuan certainty dan uncertainty sangat terkait
dengan bagaimana suatu kemungkinan kejadian itu dapat diukur (probabilitas).
Probabilitas diistilahkan sebagai pengukuran kuantitas berbagai kemungkinan
kejadian yang tidak pasti.
Keputusan
(decision) merupakan pilihan yang dibuat dari beberapa alternative yang
tersedia. Pengambilan keputusan (decision making) adalah proses identifikasi
masalah dan kesempatan kemudian memecahkannya. Pengambilan keputusan yang baik
merupakan bagian vital dari maanjemen yang baik, karena keputusan-keputusan
yang menentukan bagaimana suatu cara organisasi menyelesaikan masalah,
mengalokasikan sumber daya dan meraih sasaran. Dengan demikian setiap manajer
harus menajamkan ketrampilan dalam membuat keputusan. Pertumbuhan, kemakmuran
atau atau kegagalan suatu perusahaan merupakan hasil dari keputusan yang dibuat
oleh para manajer. Membuat keputusan bukanlah hal yang mudah. Keputusan harus
dilakukan ditengah berbagai faktor yang terus berubah, ketidakpastian informasi
dan dan aneka pandangan yang bertentangan.
Frank
Knight (1922), menggambarkan suatu hubungan antara risiko dengan
ketidakpastian. Knight melukiskan suatu keadaan sebagai suatu keadaan yang
berisiko jika kita dapat menentukan probabilitas obyektif secara pasti terhadap
hasil atau kejadian. Sementara itu, suatu keadaan dianggap mengandung
ketidakpastian jika tidak ada probabilitas obyektif yang dapat ditentukan.
Knight menyimpulkan bahwa keputusan enterpreneurial dan laba termasuk teori
ketidakpastian, bukan teori risiko.
Variabel
random merupakan variabel yang memiliki nilai yang tidak pasti, tetapi
mempunyai distribusi probabilitas yang diketahui. Misalkan sebuah perusahaan
tidak dapat meramalkan labanya tetapi dapat memperkirakan laba tersebut dalam
probabilitas tertentu.
Pengertian risiko
Dalam setiap tindakan baik itu secara individu
atau berorganisasi tentu memiliki yang namanya risiko, Risiko dapat diartikan
sebagai kemungkinan kejadian yang akan terjadi yang dapat merugikan. Ada tiga
unsur penting dari suatu kegiatan yang dianggap masih sebagai risiko :
- Merupakan suatu kejadian
- Kejadian tersebut masih merupakan kemungkinan
- Jika terjadi maka akan menimbulkan risiko
Pengertian manajemen resiko
Manajemen risiko merupakan cara-cara yang
digunakan manajemen untuk menangani berbagai permasalahan yang disebabkan oleh
adanya risiko. Keberhasilan perusahaan ditentukan oleh kemampuan manajemen
menggunakan berbagai sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan perusahaan.
Dengan adanya penanganan risiko yang baik segala kemungkinan kerugian yang
dapat menimpa perusahaan dapat diminimalkan sehingga biaya lebih kecil dan pada
akhirnya perusahaan akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.
Terdapat beberapa cara untuk mengatasi risiko
yaitu dengan cara menghindari dengan tidak mengambil risiko, mencegah timbulnya
risiko, mengurangi kerugian akibat risiko untuk meminimalkan akibatnya dan
mengalihkan risiko ke pihak lain. Suatu risiko yang kemungkinan terjadinya
besar dan konsekuensinya juga besar maka cara yang terbaik untuk menangani
risiko tersebut adalah menghindar. Jika tidak dapat menghindar dan harus
menghadapi risiko tersebut maka cara yang bisa dilakukan adalah mencegah,
membuat kemungkinan terjadinya sekecil mungkin. Selain mencegah kerugian,
akibat dari kerugian itu harus dikurangi, pengurangan kerugian akibat risiko
dilakukan terutama jika konsekuensi dari risiko tersebut besar.
Secara khusus manajemen risiko diartikan sebagai
pengelolaan variabilitas pendapatan oleh seorang manajer dengan menekan sekecil
mungkin tingkat kerugian yang diakibatkan oleh keputusan yang diambilnya dalam
menggarap situasi yang tidak pasti. Pemahaman manajemen risiko yang baik akan
mengurangi kerugian atau akan dapat menambah tingkat keyakinan bagi pembuat
keputusan dalam mengurangi risiko kerugian.
- Menghindari Risiko, Menghindari risiko merupakan strategi yang sangat penting, strategi ini merupakan strategi yang umum digunakan untuk menangani risiko. Dengan menghindari risiko, kontraktor dapat mengetahui bahwa perusahaannya tidak akan mengalami kerugian akibat risiko yang telah ditafsir. Di sisi lain, kontraktor juga akan kehilangan sebuah peluang untuk mendapatkan keuntungan yang mungkin didapatkan dari asumsi risiko tersebut. Contohnya : seorang kontraktor yang ingin menghindari risiko politik dan finansial berkaitan dengan proyek pada negara dengan kondisi politik yang tidak stabil, dapat menolak melakukan tender proyek pada negara tersebut. Namun demikian, apabila kontraktor tersebut menolak untuk melakukan tender, maka kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan dari proyek tersebut juga ikut menghilang.
- Mencegah Risiko dan Mengurangi Kerugian, Alternatif strategi yang kedua adalah mencegah risiko dan mengurangi kerugian. Strategi ini secara langsung mengurangi potensi risiko kontraktor dengan 2 cara, yaitu :1. Mengurangi kemungkinan terjadinya risiko. 2. Mengurangi dampak finansial dari risiko, apabila risiko tersebut benar – benar terjadi. Contohnya : pemasangan alarm atau alat anti – maling pada peralatan di proyek, akan mengurangi kemungkinan terjadinya pencurian. Sebuah gedung yang dilengkapi dengan sprinkler system, akan mengurangi dampak finansial, apabila gedung tersebut mengalami kebakaran.
- Meretensi risiko, Retensi risiko telah menjadi aspek penting dari manajemen risiko ketika perusahaan menghadapi risiko proyek. Retensi risiko adalah perkiraan secara internal, baik secara utuh maupun sebagian, dari dampak finansial suatu risiko yang akan dialami oleh perusahaan. Dalam mengadopsi strategi retensi risiko ini, perlu dibedakan antara 2 jenis retensi yang berbeda.
1.
Retensi risiko yang terencana (planned) adalah asumsi yang secara
sadar dan sengaja dilakukan oleh kontraktor untuk mengenali atau
mengidentifikasi risiko. Dengan strategi seperti itu, risiko dapat ditahan
dengan berbagai cara, tergantung pada filosofi, kebutuhan khusus, dan juga
kapabilitas finansial dari kontraktor itu sendiri.
2.
Retensi risiko yang tidak terencana (unplanned) terjadi
ketika kontraktor tidak mengenali atau mengidentifikasi kberadaan dari suatu
risiko dan secara tidak sadar mengasumsi kerugian yang akan muncul.
- Mentransfer risiko, Pada dasarnya, transfer risiko dapat dilakukan, melalui negosiasi, kapanpun kontraktor menjalani perencanaan kontraktual dengan banyak pihak seperti pemilik, subkontraktor ataupun supplier material dan peralatan. Transfer risiko bukanlah asuransi. Biasanya, transfer risiko ini dilakukan melalui syarat atau pasal – pasal dalam kontrak seperti : hold – harmless aggrement dan klausul jaminan atau penyesuaian kontrak. Karakeristik esensial dari transfer risiko ini adalah dampak dari suatu risiko, apabila risiko tersebut benar – benar terjadi, ditanggung bersama atau ditanggung secara utuh oleh pihak lain selain kontraktor. Contohnya : penyesuaian pada harga penawaran, dimana kompensasi ekstra akan diberikan kepada kontraktor apabila terjadi perbedaan kondisi tanah pada suatu proyek.
- Asuransi, Asuransi menjadi bagian penting dari program manajemen risiko, baik untuk sebuah organisasi ataupun untuk individu. Asuransi juga termasuk di dalam strategi transfer risiko, dimana pihak asuransi setuju untuk menerima beban finansial yang muncul dari adanya kerugian. Secara formal, asuransi dapat didefinisikan sebagai kontrak persetujuan antara 2 pihak yang terkait yaitu : pengasuransi (insured) dan pihak asuransi (insurer). Dengan adanya persetujuan tersebut, pihak asuransi (insurer) setuju untuk mengganti rugi kerugian yang terjadi (seperti yang tercantum dalam kontrak) dengan balasan, pengasuransi (insured) harus membayar sejumlah premi tiap periodenya.
Analisis Langkah-langkah dalam pengambilan
keputusan:
- Perumusan Masalah, Langkah ini sebagai awal menentukan batasan-batasan keputusan yang akan dibuat yang mencakup penentuan alternative-alternatif yang akan ditanyakan seperti:
1.
Masalah apa yang dihadapi
2.
Siapa yang memutuskan
3.
Bagaimana keadaan yang melatarbelakangi pengambilan keputusan
4.
Bagaimana pengaruhnya terhadap tujuan-tujuan manajemen
Dalam langkah ini keputusan yang
dibuat tidak dalam ruang hampa udara melainkan dibuat berdasarkan fakta dan
data yang akan dipakai dalam pengambilan keputusan.
- Penentuan Tujuan, Pada tahap ini pertanyaan yang diajukan untuk antara lain
1.
Apa tujuan pengambilan keputusan
2.
Bagaimana seharusnya pengambil keputusan tersebut menilai hasilnya
dibandingkan tujuannya
3.
Bagaimana jika pengambil keputusan tersebut ingin mencapai tujuan
yang bertentangan satu sama lain
- Pencarian Alternatif, Pada tahap ini ada beberapa hal yang perlu diajukan yaitu:
1.
Apa alternative untuk pencapain tujuan
2.
Variabel apa saja yang dapat kita kendalikan
3.
Apa kendala yang kita hadapi dalam pencapaian tujuan
Seorang pengambil keputusan yang
ideal, akan membuka semua kemungkinan pilihan yang ada dan kemudian memilih
satu diantaranya yang akan memberikan hasil terbaik bagi pencapaian tujuannya.
- Peramalan Dampak, Pada tahap ini yang perlu dipahami adalah:
1.
Bagaiman konsekuensi dari setiap pilihan
2.
Jika hasil yang diharapkan tidak pasti bagaimana sifatnya
3.
Dapatkan informasi yang lebih baik diperoleh untuk meramalkan
suatu hasil
Tugas peramalan konsekuensi ini
tergantung pada keadaannya bisa dilakukan secara langsung atau diabaikan sama
sekali.
- Penentuan Pilihan, Seteleah semua analisis selesai dilakukan, kita dapat menentukan pilihan yang paling dinginkan yaitu:
1.
Seorang pengambil keputusan menetapkan konteks permasalahan
2.
Menetapkan tujuan
3.
Mengidentivikasi alternative yang tersedia
4.
Bagaimana caranya untuk memilih satu pilihan yang diinginkan
- Analisis Sensitivitas, Pada tahap akhir ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah:
1.
Bagaimana sifat dari masalah yang menentukan pilihan tindakan yang
optimal.
2.
Bagaiman pengaruh perubahan tertentu terhadap optimal yang diambil
3.
Apakah pilihan tersebut peka terhadap perubahan variabel-variabel
ekonomi utama yang terabaikan oleh pengambil keputusan
Probabilitas dan
nilai harapan dari suatu peristiwa
Probabilitas
Probabilitas digunakan
untuk mengukur secara kuantitatif dalam berbagai kemungkinan yang tidak pasti.
Konsep probabilitas dapat dibagi manjadi 2, yaitu :
- Probabilitas obyektif
Adalah suatu konsep yang didasarkan pada frekuensi relative dalam
jangka panjang. Misalkan : sebuah kotak berisi 3 bbola putih dan 6 bola merah
dengan ukuran dan berat yang sama (kecuali warna). Percobaan ini sebagai teori
spekulasi yang menunjukkan kepada ketidakpastiann, dan dalam ekonomi
disebut Economic of Uncertainty
- Probabilitas Subjektif
Dapat dimisalkan apabila kita menyaksikan pertandingan sepakbola
antara dua kesbelasan. Variabel random merupakan variabel yang memiliki nilai
yang tidak pasti, tetapi mempunyai distribusi probabilitas yang diketahui.
Dalam contoh tersebut hasil pertandingan merupakan variabel random. Misalkan
suatu perusahaan tidak dapat meramalkan labanya, tetapi dapat memperkirakan
laba tersebut dalam probabilitas tertentu, disebut variabel random.
Sikap terhadap risiko tingkat
ketidakpastian probabilitas dan nilai harapan dari suatu peristiwa
Perilaku individu dalam
menghadapi risiko dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori, yaitu :
- Risk Averse merupakan perilaku individu yang takut terhadap risiko, dan cenderung akan menghindari risiko. sikap ini mrnunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan ragam (income variance) merupakan ukuran tingkat risiko akan diimbangi dengan dengan menaikkan expected income.
- Pembuat keputusan yang netral terhadap risiko (Risk Neutral), yaitu perilaku individu yang apabila terjadi kenaikan income variance (ukuran tingkat risiko) tidak akan diimbangi dengan menaikkan expected income. Artinya, jika income variance semakin tinggi, maka expected income akan tetap.
- Risk Preferer merupakan perilaku individu yang bersedia mengambil risiko. Sikap ini menunjukkan bahwa adanya kenaikan income variance akan diimbangi oleh pembuat keputusan dengan bersedia menerima expexted income lebih rendah. Risk preferer cenderung menganggap risiko sebagai sesuatu hal yang tidak perlu dikhawatirkan.
Penyesuaian Resiko Dalam Pengambilan Keputusan
Ada beberapa metode dalam membandingkan keptusan alternative yaitu sebagai
berikut: Kriteria maksimum Kriteria ini digunakan untuk memilih alternative
yang mengandung hasil maksimum. Kriteria ini juga mendasar pada hasil yang maksimum
yang paling jelek, dengan kata lain Kriteria ini mencari nilai yang paling
besar dari nilai yang paling kecil. Kriteria koefisien variasi Arti dari
koefesien variasi adalah rasio standar deviasi dengan EPV. Rasio koefesien
variasi distribusi probabilitas SD/ EPV menunjukan sejumlah rasio per rupiah
hasil yang diharapkan. Pengambil keputusan yang tergolomg risk averter akan
memilih keputusan alternative dengan koefisien alternative yang paling rendah.
Kriteria EPV dengan discount rate yang berbeda.
Metode ini merupakan tingkat diskon yang tinggi untuk keputusan alternative
yang tinggi. Opportunity discount rate diartikan sebagai tingkat bunga yang
paling baik yang memberikan penerimaan dengan tingkat resiko yang sama.
Kriteria ekuivalen tertentu Ekuivalen tertentu suatu keputusan alternative
adalah sejumlah uang tertentu yang membuat manajer indeferen antara mengambil
keputusan dan menerima sejumlah uang tertentu. Berdasarkan Kriteria ini maka
manajer melakukan seleksi atas keputusan alternative yang memiliki ekuivalen
tertentu yang paling tinggi. Untuk itu hal-hal yang perlu di pertimbangkan
dalam memilih kriteria tersebut yaitu : frekuensi keputusan dengan tipe yang
sama yang dihadapi besarnya taruhan perilaku pengambil keputusan biaya mencari informasi
kekurangan informasi yang dihadapi perusahaan memnyebabkan keputusan
alternative yang diambil menjadi tidak pasti. Kekurangan informasi dapat
diantisipasi dengan mencari informasi dan hal tersenut memerlukan biaya serta
waktu. Nilai informasi merupakan perbedaan apa yang diperoleh dari adanya
keputusan yang didasarkan pada informasi disbanding dengan keputusan
sebelumnnya. Apabila biaya yang diperlukan untuk mencari informasi lebih besar
dari nilai informasi maka pembuat keputusan akan menggunakan dasar informasi
yang telah ada dan tidak mencari tambahan informasi.
Teknik
pengambilan keputusan dalam ketidakpastian
- Teknik Optimasi
Manusia terlahir sebagai mahluk yang tak pernah puas. Manusia
memiliki sejumlah besar kebutuhan dan lebih banyak lagi keinginan. Disisi lain,
sumber daya ekonomi sebagai pemuas kebutuhan dan keinginan manusia relatif
langka. Dua hal ini memberikan latar belakang yang kontradiktif dan
mengharuskan manusia memilih. Maka manusia selaku homoekonomicus akan
senantiasa berupaya menetapkan pilihan yang terbaik sebagai solusi optimal yang
dapat dilakukannya untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang nyaris tanpa batas
itu. Lalu, apa dan bagaimanakah alternatif pilihan yang optimal itu? Apakah
konsep maksimalisasi sama dengan optimalisasi?. Dari aspek Manajerial, pilihan
yang optimal merupakan solusi yang efektif dan efisien. Secara harpiah, kata
efektif dapat dipadankan dengan kata berdaya guna, sedangkan efisien lebih
bersesuaian makna dengan kata berhasil guna. Pilihan yang efektif merujuk pada
alternatif proses produksi untuk mencapai output maksimal pada level penggunaan
input yang sudah ditetapkan besarannya, sementara pilihan yang efisien merujuk
kepada alternatif proses produk untuk mencapai besaran out put tertentu dengan
penggunaan input minimal. Dari uraian ini, dapat disimpulkan bahwa optimalisasi
mencakup terminologi maksimalisasi output dan minimalisasi input atau biaya.
Pemahaman atas solusi optimal ini dapat diterapkan baik pada kajian tentang
perilaku produksi maupun prilaku konsumsi.
- Teknik Analisis Resiko
Risiko adalah hal yang tidak akan pernah dapat dihindari pada
suatu kegiatan / aktivitas yang dilakukan manusia, termasuk aktivitas proyek
pembangunan dan proyek konstyruksi. Karena dalam setiap kegiatan, seperti
kegiatan konstruksi, pasti ada berbagai ketidakpastian (uncertainty). Faktor
ketidakpastian inilah yang akhirnya menyebabkan timbulnya risiko pada suatu
kegiatan.
- Teknik Pendugaan/Peramalan
Tujuan dari peramalan ekonomi adalah untuk mengurangi resiko atau
ketidak pastian yang dihadapi suatu perusahaan dalam pengambilan keputusan
operasional jangka pendeknya dan dalam merencanakan pertumbuhan jangka
panjangnya. Teknik peramalan bervariasi dari yang sederhana dan tidak mahal
hingga yang canggih tetapi mahal. Dengan mempertimbangkan semua keuntungan dan
batasan dari berbagai macam teknik ramalan tersebut, manajer dapat memilih
metode atau kombinasi dari metode yang paling cocok dengan perusahaannya.
Peramalan kualitatif dalam didasari oleh survei terhadap rencana para eksekutif
bisnis untuk rencana pengeluaran pembangunan dan peralatan, perubahan
inventori, dan harapan penjualan, serta survei terhadap rencana pengeluaran
konsumen. Ramalan penjualan dapat didasari oleh jajak pendapat terhadap
eksekutif perusahaan, tenaga penjual, dan konsumen perusahaan biasanya meminta
pandangan dari pejabat luar negeri atau orang-orang bisnis.
Salah satu metode peramalan yang paling sering digunakan adalah
analisis deret waktu. Data deret waktu biasanya berfluktuasi karena adanya tren
sekuler, fluktuasi siklis, variasi musiman, dan pengaruh acak atau tak
beraturan. Bentuk yang paling sederhana dari analisis deret waktu adalah
proyeksi tren. Suatu tren yang linear mengasumsikan perubahan absolut yang
konstan dalam jumlah tertentu setiap periodenya. Kadang eksponensial
(menunjukan persentasi perubahan yang konstan setiap periodenya) lebih cocok
dengan data yang ada dengan memperhatikan variasi musiman, kita dapat
meningkatkan ramalan tren secara lebih signifikan.
Peramalan secara meningkat dapat menggunakan metode ekonometrik.
Model ini bertujuan menerangkan hubungan yang akan diramal dan penting untuk
menentukan kebijakan yang optimal. Model peramalan ekonometrik sering
menggabungkan teknik peramalan yang lain dan berkisar antara model persamaan
tunggal dari penjualan perusahaan hingga sesuatu yang lebih besar, model
persamaan makro berganda tentang keseluruhan perekonomian. Ramalan dengan model
persamaan tunggal dapat melibatkan pensubstitusian ke dalam persamaan
permintaan, nilai-nilai variabel penjelas atau bebas hasil prediksi untuk
periode yang akan diramalkan dan memecahkan nilai ramalan dari variabel terikat.
Dalam model persamaan berganda, nilai estimasi dari variabel eksogen (yang
ditentukan di luar sistem) harus di substitusikan ke dalam model yang
diestimasi untuk menghasilkan ramalan bagi variabel endogen.
Perusahaan dapat juga meramal penjualan dengan menggunakan tabel
input output. Tabel input output menguji ketergantungan diantara berbagai
industri dan sektor dalam perekonomian. Hal tersebut menunjukan penggunaan
output setiap industri dan input industri lainnya dan untuk konsumsi akhir,
dengan demikian kita dapat menggunakannya untuk meramal. Peramalan input output
sekarang sudah tidak populer dan tidak digunakan lagi oleh perusahaan saat ini.
Dalam mencapai sasaran yang diinginkan, terdapat
beberapa tindakan yang harus dipilih sebagai keputusan tindakan. Masing-masing
dari beberapa alternatif tindakan perlu diukur manfaat atau biaya yang
dihasilkannya. Tentunya dalam pengambilan keputusan, terdapat situasi
ketidakpastian mengenai hasil yang dicapai, di mana terdapat risiko yang akan
selalu mungkin terjadi.
Salah satu metode yang
dapat digunakan untuk mengambil keputusan dalam ketidak pastiana adalah dengan
menggunakan pohon keputusan. Pohon keputusan akan memberikan fasilitas untuk
menganalisis EPV karena alat ini akan menyebarkan dari keputusan seperti cabang
pohon, dan mempermudah memperhtungkan joint probabilitas dari keputusan yang
telah diambil. Ada tiga teknik pengambilan keputusan dalam ketidak pastian,
yaitu teknik optimasi, teknik analisis resiko dan teknik pendugaan/peramalan.
Dalam teknik peramalan ada beberapa metode yang digunakan, salah satu metode
peramalan yang paling sering digunakan adalah analisis deret waktu.
Peramalan secara meningkat dapat menggunakan metode ekonometrik,
dan selanjutnya adalah ramalan dengan model persamaan tunggal.
Sumber :
Comments
Post a Comment