nama : farhan muhammad
kelas : 3IB04
npm : 12417188
project mikrokontroller line follower menggunakan at89s51
PENDAHULUAN
B. Minimum System
ICLM324 merupakan IC Operational Amplifier, IC ini mempunyai
4 buah op-amp yang berfungsi sebagai comparator. IC ini mempunyai tegangan
kerja antara +5 V sampai +15V untuk +Vcc dan -5V sampai -15V untuk -Vcc.
3.2Analisa Rangkaian Secara Detail
Sensor cahaya yang memiliki komponen photodiode
dan LED. Ketika LED memantulkan cahaya, jika cahaya LED tidak terpantulkan dan photodiode
tidak mendapat cahaya maka IC LM324akan
merubah ke output digital 0 dan jika
cahaya LED dipantulkan dan photodiode
mendapat cahaya maka IC LM324 akan
merubah ke output digital 1.Hasil output dari IC LM324 tadi akan dijadikan input
untuk IC AT89S51 untuk dikontrol hasil keluarannya.
kelas : 3IB04
npm : 12417188
project mikrokontroller line follower menggunakan at89s51
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
Line Follower atau
bisa juga disebut Line Tracer Robot merupakan suatu bentuk robot yang
bergerak mengikuti suatu garis pandu yang telah ditentukan. Masalah- masalah
yang harus dipecahkan dalam perancangan dan implementasinya adalah arsitektur
perangkat keras yang meliputi perangkat elektronik dan mekanik, serta
organisasi perangkat lunak untuk basis pengetahuan dan pengendalian sistem.
Terdapat dua model kendali sistem,yaitu sistem kendali kalang terbuka dan sistem
kendali kalang tertutup. Sistemkendali kalang terbuka merupakan sistem kendali
yang tidak memperhatikan nilai terakhir dari sistem, sedangkan sistem kendali
kalang tertutup merupakan sistem kendali yang memberikan nilai terakhir sebagai
umpan balik terhadap terhadap sistem.
Salah satu teknik pengendalian sistem yan
sederhana adalah kendali PID. Kendali ini merupakan kendali yang mempunyai tiga
komponen, yaitu Kontrol Proportinal (Kp), Kontrol Integral (Ki), dan
Kontrol Derivative (Kd).Tujuan digunakananya sistem kendali pada kerja
robot ini yaitu untukmembuat nilai keluaran dan nilai yang diinginkan
(referensi) sedekat mungkin, dengan kata lain untuk menghasilkan galat / error
sekecil mungkin.Hasil yang ingin dicapai olen Plan adalah posisi
sistem, dalam hal ini posisi
robot line follower itu sendiri
berada dalam garis yang terdapat dalam lintasan. Plan yang dimodelkan
pada robot line follower ini merupakan jenis plan kalang tertutup
(cloose loop), plan akan menerima sinyal umpan balik untuk
selanjutnya di jumlahkan dengan sinyal referensi sehingga nilai error akan
diketahui. Plan akan secara otomatis mengkoordinasikan aktuator
untukmencapai keadaan steady state. Selain mendapatkan input dari hasil pembacaan sensor,
sistem juga mendapatkan input dari
nilai set kendali yang dimasukan oleh
pengguna sehingga laju dari robot bisa terlihat smooth.
1.2
Batasan Masalah
Sistem dari rangkaian follower menggunakan Infrared
dan photodiode sebagai sensor untuk mendeteksi keadaan maju ataukah mundur dan
program nya menggunakan bahasa assembly yang menggunakan MCS-51 sebagai tempat
untuk menaruh program dan menggunakan motor dc sebagai penggerak maju kiri
kanan
1.3
Tujuan
Penelitian
Tujuan dari penulisan makalah
ini adalah:
1.
Supaya dapat mengetahui cara memrogram sebuah rangkaian line follower
2.
Agar dapat mengetahui cara membuat cara membuat rangkaian
menggunakan PCB
3.
Mengetahui prinsip kerja dari line
follower
1.4
Metode
Penelitian
Metode
yang digunakan dalam percobaan ini adalah metode penelitian historis
yang pelaksanaannya seperti:
1.
Merancang skema rangkaian untuk PCB layout menggunakan software
Proteus
2.
Memprogram/mencoding dengan menggunakan software MCS 51
3.
Membuat layout pada pcb
4.
Memasang komponen yang di butuhkan oleh rangkaian line follower ke
PCB
5.
Mensimulasikan rangkaian di jalur yang diinginkan
1.5
Sistematika
Penelitian
Bab 1 membahas tentang
pengertian line follower masalah yang
dihadapi saat membuat rangkaian line follower tujuan dari pembuatan line follower.
Bab
2 membahas tentang teori dari alat yang digunakan saat membuat rangkaian line follower
.Bab
3 membahas tentang analisa dari semua rangkaian, flowchart dan analisa program.
Bab
4 membahas tentang kesimpulan dan saran dari makalah
LANDASAN TEORI
Line
Follower Robot adalah robot
yang biasa bergerak mengikuti garis panduan. Garis pandu yang digunakan dalam
hal ini adalah garis putih yang ditempatkan di atas permukaan berwarna gelap,
ataupun sebaliknya, garis hitam yang ditempatkan pada permukaan berwarna putih
(cerah). Terdapatnya garis bercabang, perempatan, pertigaan atau bahkan
tikungan yang tajam. Maka untuk menjalankan robot tersebut sesuai dengan yang
diinginkan, setiap komponen hanya di bahas sesuai fungsi nya pada masing-
masing, tentunya ada beberapa progam yang harus dikerjakan dengan bantuan
beberapa sensor infrared dan photodiode sebagai sensor garis
menggunalan software proteus dan menggunakan software untuk flashing program kedalam mikon tersebut
menggunalan software proteus dan menggunakan software untuk flashing program kedalam mikon tersebut
A. PCB (Printed Circuit Board)
PCB
(Printed Circuit Board) adalah suatu board tipis tempat letak komponen
elektronika, yang di pasang dan di rangkai, di mana bagian sisi nya terbuat
dari lapisan tembaga untuk menyolder kaki kaki komponen. PCB bisa lebih dari 1
layer, yang saya tahu maximum sampai
12 layer.PCB ada yang terbuat dari bahan fiber
atau sejenisnya pada bagian yang non
conductive. Ketebalan tembaga pada PCB bermacam macam, ada yang 35 micrometer ada juga yang 17-18 micrometer.
Bahan
PCB yang lain adalah paper phenolic
atau pertinax, biasanya berwarna
coklat, bahan jenis ini lebih populer karena harganya yang lebih murah.Untuk
PCB yang dipakai untuk Through hole
plating, biasanya memakai yang berbahan fiberglass.
karena jamur tidak suka akan bahan ini, dan
materialnya lebih kuat dan tidak mudah bengkok di bandingkan yang berbahan
pertinax.PCB dapat di jumpai di hampir semua peralatan elektronika, seperti
radio, handphone, televisi, dan lain
lain.
B. Minimum System
Minimum system adalah
sebuah rangkaian paling sederhana dari sebuah mikrokontroler agar IC
mikrokontroler tersebut bisa beroperasi dan diprogram. Dalam aplikasinya sistem
minimum sering dihubungkan dengan rangkaian lain untuk tujuan tertentu. Ada
beberapa yang harus diperhatikan dalam membuat sistem minimum mikrokontroler,
yaitu:
1. Power Supply
Semua komponen elektronika membutuhkan power supply atau sering juga
disebut catu daya. Mikrokontroler beroprasi pada tegangan 5 volt. Biasanya
pembuatan catu daya mikrokontroler menggunakan IC regulator 7805 agar
tegangannya bisa stabil.
1.
Osilator (Pembangkit Frekuensi)
Pada dasarnya
mikrokontroler memiliki sifat seperti manusia. Kalau manusia memiliki jantung
untuk bisa hidup maka mikrokontroler memiliki osilator untuk bisa beroprasi.
Mikrokontroler sendiri sudah memiliki osilator internal yaitu sebesar 8Mhz
tetapi kadang kala agar kinerja mikronkontroler lebih cepat osilator internal
tidak bisa menangani kasus tersebut. Oleh karena itu dibutuhkan osilator
eksternal (kristal) yang nilainya lebih dari 8Mhz. Perlu diperhatikan
mikrokontroler hanya bisa beroprasi sampai 16 Mhz. jadi kalau memilih krsital
untuk AVR tidak boleh lebih dari 16Mhz.
2.
ISP (In-System Programmable)
Sistem Minimum
Mikrokontroler dibuat untuk di program. Prinsipnya mikrokontroler bisa
diprogram secara parallel atau secara seri. Pemrograman mikrokontroler secara
seri atau lebih dikenal dengan ISP tidak perlu memerlukan banyak jalur data.
Tapi ISP memiliki kelemahan, jika salah setting fuse bit yang memiliki fungsi
fital misal pin reset di disable maka alamat sudah tidak bisa digunakan lagi.
Untuk mengembalikan settingan fuse bit tadi, harus menggunakan pemrograman tipe
parallel (high voltage programming).
3.
Rangkaian Reset
Rangkaian reset sama fungsinya dengan rangkaian
reset pada komputer. Fungsi reset di mikrokontroler yaitu untuk merestart
program, sehingga kembali ke program awal. Penggunaan reset pada mikrokontroler
opsional, bisa di pake atau nggak tergantung si pengguna.
c. IC LM324
Adapun
definisi dari masing-masing pin IC LM324 adalah sebagai berikut:
a. Pin
1,7,8,14 (Output)
Merupakan
sinyal output.
b. Pin
2,6,9,13 (Inverting Input)
Semua
sinyal input yang berada di pin ini
akan mempunyai output yang
berkebalikan dari input.
c. Pin
3,5,10,12 (Non-inverting input)
Semua
sinyal input yang berada di pin ini
akan mempunyai output yang sama
dengan input (tidak berkebalikan).
d. Pin
4 (+Vcc)Pin ini dapat beroperasi pada tegangan antara +5 Volt sampai +15 Volt.e. Pin 11 (-Vcc) Pin ini dapat beroperasi pada
tegangan antara -5 Volt sampai -15 Volt.
A.
IC L293D
IC L293D adalah IC yang
didesain khusus sebagai driver motor DC dan dapat dikendalikan dengan rangkaian
TTL maupun mikrokontroler. Motor DC yang dikontrol dengan driver IC L293D dapat dihubungkan ke ground maupun ke sumber tegangan positif karena di dalam driver L293D sistem driver yang digunakan adalah totem
pool.
Dalam 1 unit chip IC
L293D terdiri dari 4 buah driver
motor DC yang berdiri sendiri sendiri dengan kemampuan mengalirkan arus 1
Ampere tiap drivernya. Sehingga dapat
digunakan untuk membuat driver H-bridge
untuk 2 buah motor DC. Konstruksi pin driver motor DC IC l293D adalah sebagai
berikut.
Konstruksi Pin Driver Motor DC IC L293D
Fungsi Pin Driver Motor DC IC L293D
1. Pin EN (Enable,
EN1.2, EN3.4) berfungsi untuk mengijinkan driver
menerima perintah untuk menggerakan motor DC.
2. Pin In (Input,
1A, 2A, 3A, 4A) adalah pin input sinyal kendali motor DC Pin Out (Output, 1Y, 2Y, 3Y, 4Y) adalah jalur output masing-masing driver yang dihubungkan ke motor DC
3. Pin VCC (VCC1, VCC2) adalah jalur input tegangan
sumber driver motor DC, dimana VCC1
adalah jalur input sumber tegangan rangkaian kontrol driver dan VCC2 adalah jalur input sumber tegangan untuk motor DC
yang dikendalikan.
4. Pin GND (Ground)
adalah jalu yang harus dihubungkan ke ground, pin GND ini ada 4 buah yang berdekatan dan dapat dihubungkan ke
sebuah pendingin kecil.
A. Mikrokontroler AT89S51
Mikrokontroler
tipe AT89S51 merupakan mikrokontroler keluarga MCS-51 dengan konfigurasi yang
sama persis dengan AT89C51 yang cukup terkenal, hanya saja AT89S51 mempunyai fitur
ISP (In-System Programmable Flash Memory).
Fitur ini memungkinkan mikrokontroler dapat diprogram langsung dalam suatu
sistem elektronik tanpa melalui Programmer
Board atau Downloader Board. Mikrokontroler dapat diprogram
langsung melalui kabel ISP yang dihubungkan dengan paralel port pada suatu Personal Computer.Adapun fitur yang
dimiliki Mikrokontroler AT89S51 adalah sebagai berikut :
1. Sebuah
CPU (Central Processing Unit) 8 bit yang termasuk keluarga MCS51.
2. Osilator internal
dan rangkaian pewaktu, RAM internal
128 byte (on chip).
3. Empat
buah Programmable port
I/O,masing-masing terdiri atas 8 jalur I/O
4. Dua
buah Timer Counter 16 bit.
5. Lima
buah jalur interupsi (2 interupsi external
dan 3 interupsi internal ).
6. Sebuah
port serial dengan kontrol serial full duplex UART.
7. Kemampuan
melaksanakan operasi perkalian, pembagian dan operasi Boolean (bit)
8. Kecepatan
pelaksanaan instruksi per siklus 1 microdetik
pada frekuensi clock 12 MHz
9. 4
Kbytes Flash ROM yang dapat diisi dan
dihapus sampai 1000 kali
10. In-System Programmable Flash Memory
Mikrokontroler
AT89S51 memiliki pin berjumlah 40 dan umumnya dikemas dalam DIP (Dual Inline Package). Masing-masing pin
pada mikrokontroler AT89S51 mempunyai kegunaan sebagai berikut:
1. Port
0
Port
0 merupakan port dua fungsi yang berada pada pin 32-39 dari AT89S51. Dalam
rancangan sistem sederhana port ini sebagai port I/O serbaguna. Untuk rancangan
yang lebih komplek dengan melibatkan memori eksternal
jalur ini di multiplek untuk bus data dan bus alamat.
2. Port
1
Port
1 disediakan sebagai port I/O dan berada pada pin 1-8. Beberapa pin pada port
ini memiliki fungsi khusus yaitu P1.5 (MOSI), P1.6 (MISO), P1.7 (SCK) yang
digunakan untuk jalur download
program.
3. Port 2
Port
2 ( pin 21-28 ) merupakan port dua fungsi yaitu sebagai I/O serbaguna, atau
sebagai bus alamat byte tinggi untuk
rancangan yang melibatkan memori eksternal.
4. Port
3
Port
3 adalah port dua fungsi yang berada pada pin 10-17, port ini memiliki multi
fungsi, seperti yang terdapat pada penjelasan berikut ini :
BIT
NAME BIT ADDRESS ALTERNATE FUNCTION
-
P3.0 RXD B0h Receive data for serial port
-
P3.1 TXD B1h Transmit data for serial port
-
P3.2 INT0 B2h External interrupt 0
-
P3.3 INT1 B3h External interrupt 1
-
P3.4 T0 B4h Timer/counter 0 external input
-
P3.5 T1 B5h Timer/counter 1 external input
-
P3.6 WR B6h External data memory write strobe
-
P3.7 RD B7h External data memory read strobe
A.
Trimpot
Trimpot atau Trimmer
potensiometer adalah potensiometer
dengan ukuran yang kecil yang biasanya digunakan untuk adjusment, Tunning atau
kalibrasi dalam sebuah rangkaian. Trimpot ini adalah sebuah resistor variable atau nilai resistor nya dapat dirubah-ubah sesuai
kebutuhan dengan cara di putar. Biasanya resistor ini juga di pasang langsung
pada papan PCB, bukan pada panel seperti potensiometer.
Bahan penyusun trimpot adalah serat carbon. Trimpot biasanya jarang di adjust
secara berulang-ulang, ketika sekali adjust sudah sekali saja. Berbeda dengan potensiometer pada tuning Radio FM atau Amplifier
yang sering digunakan dan di adjust.
Fungsi Trimpot
Fungsi trimpot ini sebenarnya adalah hanya merubah nilai
tahanan dengan nilai yang presisi seperti yang kita inginkan. Karena memang
banyak nilai resistor yang tidak di jual di pasaran. Karena nilai tahanan
berubah ketika putar atau adjust maka nilai tegangan juga akan berubah ketika
melewati trimpot ini. Gejala ini lah yang akan menyebabkan banyak nya fungsi
dari Trimpot ini Sendiri.
A. Resistor
a. Pengertian Resistor
Resistor adalah
komponen elektronika yang berfungsi untuk menghambat atau membatasi aliran
listrik yang mengalir dalam suatu rangkain elektronika. Sebagaimana fungsi resistor yang sesuai namanya bersifat resistif dan termasuk
salah satu komponen elektronika dalam kategori komponen pasif. Satuan atau
nilai resistansi suatu resistorr disebut Ohm dan dilambangkan
dengan simbol Omega (Ω). Sesuai hukum
Ohm bahwa resistansi berbanding
terbalik dengan jumlah arus yang mengalir melaluinya. Selain nilai
resistansinya (Ohm) resistor juga
memiliki nilai yang lain seperti nilai toleransi dan kapasitas daya yang mampu
dilewatkannya. Semua nilai yang berkaitan dengan resistor tersebut penting
untuk diketahui dalam perancangan suatu rangkaian elektronika oleh karena
itu pabrikan resistor selalu mencantumkan dalam kemasan resistor tersebut.
b. Simbol Resistor
Berikut adalah symbol resistor dalam bentuk
gambar yang sering digunakan dalam suatu desain rangkaian elektronika.
Resistor
dalam suatu teori dan penulisan formula yang berhubungan dengan resistor
disimbolkan dengan huruf “R”. Kemudian pada desain skema elektronika resistor
tetap disimbolkan dengan huruf “R”, resistor variabel disimbolkan dengan huruf
“VR” dan untuk resistor jenis potensiometer ada yang disimbolkan
dengan huruf “VR” dan “POT”.
a. Kapasitas
daya resitor
Kapasitas
daya pada resistor merupakan nilai daya maksimum yang mampu dilewatkan oleh resistor tersebut. Nilai kapasitas daya resistor
ini dapat dikenali dari ukuran fisik resistor dan tulisan kapasitas daya dalam satuan
Watt untuk resistor dengan kemasan fisik besar. Menentukan kapasitas daya
resistor ini penting dilakukan untuk menghindari resistor rusak karena terjadi
kelebihan daya yang mengalir sehingga resistor terbakar dan sebagai bentuk
efisiensi biaya dan tempat dalam pembuatan rangkaian elektronika.
b. Nilai Toleransi Resistor
Toleransi resistormerupakan
perubahan nilai resistansi dari nilai yang tercantum pada badan resistor yang
masih diperbolehkan dan dinyatakan resistor dalam kondisi baik. Toleransi
resistor merupakan salah satu perubahan karakteristik resistor yang terjadi
akibat operasional resistor tersebut. Nilai torleransi
resistor ini ada beberapa macam yaitu resistor dengan toleransi
kerusakan 1% (resistor 1%), resistor dengan toleransi kesalahan 2%
(resistor2%), resistor dengan toleransi kesalahan 5% (resistor 5%) dan resistor
dengan toleransi 10% (resistor 10%).
Nilai
toleransi resistor ini selalu dicantumkan di kemasan resistor dengan kode warna
maupun kode huruf. Sebagai contoh resistor dengan toleransi 5% maka dituliskan
dengan kode warna pada cincin ke 4 warna emas atau dengan kode huruf J pada
resistor dengan fisik kemasan besar. Resistor yang banyak dijual dipasaran pada
umumnya resistor 5% dan resistor 1%.
A. Kapasitor
Kapasitor merupakan salah satu komponen
elektronika yang sangat penting fungsinya. Pengertian kapasitor adalah suatu
komponen elektronika yang dapat menyimpan dan melepaskan muatan listrik atau
energi listrik. Selain itu, kapasitor juga dapat berfungsi sebagai penyaring frekuensi . Kapasitor memiliki berbagai
macam ukuran dan bentuk tergantung dari kapasitas, tegangan kerja dan faktor
lainnya yang berpengaruh. Kapasitor sering disebut juga dengan kondensator.
Fungsi kapasitor untuk menyimpan muatan listrik disebut dengan kapasitansi atau
kapasitas. Kapasitor memiliki simbol C (Capasitor)
sedangkan fungsi kapasitor dalam menyimpan muatan listrik disimbolkan oleh F (Farad). Disimbolkan dengan Farad karena yang menemukan kapasitor
adalah Michael Faraday (1791 – 1867).
Bentuk kapasitor adalah dua buah lempengan logam yang saling sejajar dan diantara
dua lempengan tersebut terdapat bahan isolator yang disebut dengan di elektrik.
Di elektrik ini adalah bahan yang bisa mempengaruhi nilai kapasistansi
kapasitor. Bahan dielektrik pun bermacam-macam, bisa terbuat dari mika, film,
kertas, udara, gelas, vakum, keramik, dan sebagainya. Dengan adanya di elektrik
ini, kapasitor dapat dibedakan antara kapasitor yang satu dengan yang lainnya.
Dibawah ini adalah beberapa contoh gambar kapasitor.
Fungsi Kapasitor
Fungsi
kapasitor antara lain :
1. Sebagai
filter atau penyaring, biasanya
digunakan pada sistem radio, TV, amplifier dan lain-lain. Filter pada radio digunakan untuk menyaring (penghambatan)
gangguan-gangguan dari luar.
2. Sebagai
kopling, kapasitor sebagai kopling (penghubung) amplifier tingkat rendah ketingkat yang lebih tinggi.
3. Pada
lampu neon, fungsi kapasitor untuk penghemat daya listrik
4. Dalam
rangkaian antena, fungsi kapasitor
sebagai pembangkit frekuensi
Cara Kerja Kapasitor
Kapasitor bekerja dalam suatu rangkaian elektronika dengan cara mengalirkan elektron menuju ke kapasitor. Setelah
kapasitor sudah dipenuhi dengan elektron, tegangan akan mengalami perubahan.
Lalu, elektron yang tadinya ada dalam kapasitor akan keluar dan mengalir menuju
rangkaian atau komponen yang membutuhkannya.
A. Motor
DC
Gambar 2.16. Simbol dan Bentuk Motor DC
Motor DC adalah motor listrik yang memerlukan
suplai tegangan arus searah pada kumparan medan untuk diubah menjadi energi
gerak mekanik. Kumparan medan pada motor dc disebut stator (bagian yang tidak
berputar) dan kumparan jangkar disebut rotor (bagian yang berputar). Motor arus
searah, sebagaimana namanya, menggunakan arus langsung yang tidak langsung/direct-unidirectional. Motor DC memiliki
3 bagian atau komponen utama untuk dapat berputar sebagai berikut.
Bagian Atau Komponen Utama Motor DC.
Kutub
medan.
-
Motor DC
sederhana
memiliki dua kutub medan: kutub utara dan kutub
selatan. Garis magnetik energi membesar melintasi ruang terbuka diantara
kutub-kutub dari utara ke selatan. Untuk motor yang lebih besar atau lebih
komplek terdapat satu atau lebih elektromagnet.
-
Current Elektromagnet atau Dinamo.
Dinamo yang berbentuk silinder, dihubungkan ke as
penggerak untuk menggerakan beban. Untuk kasus motor DC yang kecil, dinamo
berputar dalam medan magnet yang dibentuk oleh kutub-kutub, sampai kutub utara
dan selatan magnet berganti lokasi.
-
Commutator.
Komponen ini terutama ditemukan dalam motor DC.
Kegunaannya adalah untuk transmisi arus antara dinamo dan sumber daya.
Keuntungan utama motor DC adalah sebagai
pengendali kecepatan, yang tidak mempengaruhi kualitas pasokan daya. Motor ini
dapat dikendalikan dengan mengatur: Tegangan dynamo meningkatkan tegangan
dinamo akan meningkatkan kecepatan Arus medan menurunkan arus medan akan
meningkatkan kecepatan.
A. Sensor Infrared
Bahan-bahan Semikonduktor untuk Photodiode (Dioda Foto)
Bahan Semikonduktor
yang biasanya digunakan sebagai bahan dasar Photodiode
adalah Silikon (Si), Germanium (Ge), Indium gallium arsenide phosphide
(InGaAsP), Indium gallium arsenide
(InGaAs).
- Silikon (Si) :Arus Gelap rendah, berkecepatan tinggi, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 400nm hingga 1000nm (terbaik di jarak 800nm – 900nm)
- Germanium (Ge) :Arus Gelap lebih tinggi, berkecepatan rendah, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 900nm – 1600nm (terbaik di jarak 1400nm – 1500nm)
- Indium gallium arsenide phosphide (InGaAsP) :Mahal, arus gelap rendah, berkecepatan tinggi, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 1000nm – 1350nm (terbaik di jarak 1100nm – 1300nm)
- Indium gallium arsenide (InGaAs) :Mahal, arus gelap rendah, berkecepatan tinggi, kepekaan (sensitivitas) baik di jarak sekitar 900nm 1700nm (terbaik di jarak 1300nm – 1600nm
Prinsip Kerja Photodiode (Dioda Foto)
Photodiode terdiri
dari satu lapisan tipis semikonduktor tipe-N yang memiliki kebanyakan elektron
dan satu lapisan tebal semikonduktor tipe-P yang memiliki kebanyakan hole. Lapisan semikonduktor tipe-N
adalah Katoda sedangkan lapisan semikonduktor tipe-P adalah Anoda.
Saat Photodiode terkena cahaya, Foton
yang merupakan partikel terkecil cahaya akan menembus lapisan semikonduktor
tipe-N dan memasuki lapisan semikonduktor tipe-P. Foton-foton tersebut kemudian
akan bertabrakan dengan elektron-elektron
yang terikat sehingga elektron
tersebut terpisah dari intinya dan menyebabkan terjadinya hole. Elektron
terpisah akibat tabrakan dan berada dekat persimpangan PN (PN junction) akan menyeberangi persimpangan
tersebut ke wilayah semikonduktor tipe-N. Hasilnya, Elektron akan bertambah di
sisi semikonduktor N sedangkan sisi semikonduktor P akan kelebihan Hole.
Pemisahan muatan positif dan negatif ini menyebabkan perbedaan potensial pada
persimpangan PN. Ketika kita hubungkan sebuah beban ataupun kabel ke Katoda
(sisi semikonduktor N) dan Anoda (sisi semikonduktor P), Elektron akan mengalir
melalui beban atau kabel tersebut dari Katoda ke Anoda atau biasanya kita sebut
sebagai aliran arus listrik.
Model Pengoperasian Photodiode (Dioda Foto)
Terdapat
dua model pengoperasian pada Photodiode,
yaitu dengan model Photovoltaic dan
model Photoconductive.
1. Model
Photovoltaic
Seperti
Sel Surya (Solar Sel), Photodiode juga dapat menghasilkan
tegangan yang dapat diukur. Namun tegangan dan arus listrik yang dihasilkannya
sangat kecil dan tidak cukup untuk menyala sebuah lampu maupun perangkat
elektronika.
2. Model
Photoconductive
Karena
tidak dapat menghasilkan arus listrik yang cukup untuk kebutuhan rangkaian
elektronika, maka biasanya Photodiode digabungkan dengan sumber tegangan yang
dipasangkan secara bias terbalik (reversed
biased voltage). Model Photoconductive ini menggunakan Sumber tegangan lain
sebagai penggerak beban atau rangkaian Elektronika, sedangkan Photodiode sendiri berfungsi sebagai
Saklar (Switch) yang mengalirkan arus
listrik ketika dikenakan cahaya
A. Header Female
Komponen yang berbentuk sebagai black
housing, tetapi Header Female
adalah komponen tetap yang menyatu dengan papan sirkuit atau PCB
Kabel jumper
adalah kabel yang digunakan sebagai penghubung antarkomponen yang digunakan
dalama membuat perangkat prototype. Kabel jumper
bias dihubungkan ke controller
seperti raspberry pi melalui bread board. Kabel jumperakan ditancapkan pada pin GPIO
di raspberry pi. Sesuai kebutuhannya kabel jumper bisa digunakan dalam
bermacam-macam versi, contohnya seperti versi male to female, male to male
dan female to female.
Karakteristik dari kabel jumper ini memiliki panjang
antara 10 sampai 20 cm. Jenis kabel jumper ini jenis kabel serabut yang bentuk
housingnya bulat. Dalam merancang sebuah desain rangkain elektronik, maka
dibutuhkan sebuah kabel yang digunakan untuk menghubungkannya. Kabel jumper ini sangat wajib ada dalam
penelitian ini.
A. Baterai
Baterai (Battery) adalah sebuah alat yang dapat merubah energi kimia yang
disimpannya menjadi energi Listrik yang dapat digunakan oleh suatu perangkat
Elektronik. Hampir semua perangkat elektronik yang portabel seperti Handphone, Laptop, Senter, ataupun Remote Control menggunakan Baterai
sebagai sumber listriknya.
.
Dengan adanya Baterai, kita tidak perlu
menyambungkan kabel listrik untuk dapat mengaktifkan perangkat elektronik kita
sehingga dapat dengan mudah dibawa kemana-mana. Dalam kehidupan kita
sehari-hari, kita dapat menemui dua jenis Baterai yaitu Baterai yang hanya
dapat dipakai sekali saja (Single Use)
dan Baterai yang dapat di isi ulang (Rechargeable).
Jenis-jenis Baterai
Setiap Baterai terdiri dari
Terminal Positif (Katoda) dan Terminal Negatif (Anoda) serta Elektrolit yang
berfungsi sebagai penghantar. Output
Arus Listrik dari Baterai adalah Arus Searah atau disebut juga dengan Arus DC (Direct Current). Pada umumnya, Baterai
terdiri dari 2 Jenis utama yakni Baterai Primer yang hanya dapat sekali pakai (single use battery) dan Baterai Sekunder
yang dapat diisi ulang (rechargeable
battery).
1. Baterai Primer (Baterai Sekali Pakai/Single Use)
Baterai Primer atau Baterai
sekali pakai ini merupakan baterai yang paling sering ditemukan di pasaran,
hampir semua toko dan supermarket menjualnya. Hal ini dikarenakan penggunaannya
yang luas dengan harga yang lebih terjangkau. Baterai jenis ini pada umumnya
memberikan tegangan 1,5 Volt dan terdiri dari berbagai jenis ukuran seperti AAA
(sangat kecil), AA (kecil) dan C (medium)
dan D (besar). Disamping itu, terdapat juga Baterai Primer (sekali pakai) yang
berbentuk kotak dengan tegangan 6 Volt ataupun 9 Volt.
Jenis-jenis Baterai yang tergolong dalam
Kategori Baterai Primer (sekali Pakai / Single use) diantaranya adalah :
a. Baterai Zinc-Carbon (Seng-Karbon)
Baterai Zinc-Carbon juga disering disebut dengan Baterai “Heavy Duty” yang sering kita jumpai di
Toko-toko ataupun Supermarket.
Baterai jenis ini terdiri dari bahan Zinc
yang berfungsi sebagai Terminal Negatif
dan juga sebagai pembungkus Baterainya. Sedangkan Terminal Positifnya adalah
terbuat dari Karbon yang berbentuk Batang (rod). Baterai jenis Zinc-Carbon merupakan jenis baterai yang
relatif murah dibandingkan dengan jenis lainnya.
b. Baterai Alkaline (Alkali)
Baterai Alkaline ini
memiliki daya tahan yang lebih lama dengan harga yang lebih mahal dibanding
dengan Baterai Zinc-Carbon.
Elektrolit yang digunakannya adalah Potassium
hydroxide yang merupakan Zat Alkali (Alkaline)
sehingga namanya juga disebut dengan Baterai Alkaline. Saat ini, banyak Baterai yang menggunakan Alkaline
sebagai Elektrolit, tetapi mereka
menggunakan bahan aktif lainnya sebagai Elektroda
nya.
c. Baterai Lithium
Baterai Primer Lithium menawarkan kinerja yang lebih baik dibanding
jenis-jenis Baterai Primer (sekali
pakai) lainnya. Baterai Lithium dapat disimpan lebih dari 10 tahun dan dapat
bekerja pada suhu yang sangat rendah. Karena keunggulannya tersebut, Baterai
jenis Lithium ini sering digunakan
untuk aplikasi Memory Backup pada
Mikrokomputer maupun Jam Tangan. Baterai Lithium
biasanya dibuat seperti bentuk Uang Logam atau disebut juga dengan Baterai Koin
(Coin Battery). Ada juga yang
memanggilnya Button Cell atau Baterai
Kancing.
d. Baterai Silver Oxide
Baterai Silver Oxide merupakan jenis baterai yang tergolong mahal dalam harganya. Hal ini dikarenakan tingginya harga Perak (Silver). Baterai Silver Oxide dapat dibuat untuk menghasilkan Energi yang tinggi tetapi dengan bentuk yang relatif kecil dan ringan. Baterai jenis Silver Oxide ini sering dibuat dalam dalam bentuk Baterai Koin (Coin Battery) / Baterai Kancing (Button Cell). Baterai jenis Silver Oxide ini sering dipergunakan pada Jam Tangan, Kalkulator maupun aplikasi militer.
PERANCANGAN DAN CARA
KERJA ALAT
3.1.Analisa Diagram Blok
3.2Analisa Rangkaian Secara Detail
Pada AT89S51 akan ada proses pengkodean untuk mengontrol sistem kerja
pada robot line follower. Dari
AT89S51, output akan dijadikan input untuk IC L293D.
IC L293D berfungsi untuk merubah input
digital menjadi output analog berupa
DC, Output dari IC L293D dihubungkan
ke motor DC.
3.1.Flowchart
3.1.analisa Program
Ketika program berada di mod 51 maka rangkaian akan mencari program yang
akan disimulasikan dan disaat program start
program akan memulai rangkaian disaat mode maju program akan mendeteksi garis
hitam yang mengarah maju dan bila berada di program 11111100 kanan maka
otomatis robot akan mengarah ke kanan dan ketika berada di program 11110111
maka robot akan mengarah ke kiri dan bila program berada di program 11111111
maka rangkaian akan berhenti dan perintah end
untuk mengakhiri program
3.1.Cara Kerja Alat
Cara kerja
line follower, robot akan berjalan jika sensor
mendeteksi alas hitam dan akan berhenti
ketika photodiode mendapat pantulan
cahaya dari LED, robot akan berhenti jika kedua sensor mendeteksi cahaya.
Jika hanya ada 1 sensor yang
tidak mendeteksi cahaya maka hanya 1 motor yang bergerak, ketika sensor
kiri tidak mendeteksi cahaya maka roda kanan yang akan bergerak dan berlaku
sebaliknya jika sensor kanan tidak mendeteksi cahaya maka roda kiri yang akan
bergerak, hal ini dilakukan agar line follower agar tetap pada lintasan garis
hitam.
NO.
|
SENSOR 1
|
SENSOR 2
|
KONDISI ROBOT
|
1
|
HITAM
|
HITAM
|
MAJU
|
2
|
HITAM
|
PUTIH
|
BELOK KANAN
|
3
|
PUTIH
|
HITAM
|
BELOK KIRI
|
4
|
PUTIH
|
PUTIH
|
DIAM
|
Tabel 3.5. Cara Kerja
3.2.Data Pengamatan
Robot dapat bergerak, tetapi sensor tidak bekerja dengan baik. Roda kiri tidak
bergerak, hanya roda kanan yang bergerak sehingga robot bergerak berputar
berlawanan arah terus-menerus. Robot
tidak dapat
mendeteksi mana jalur yang hitam dan mana jalur yang putih robot tidak dapat bekerja dengan baik.
PENUTUP
1.1.Kesimpulan
Bila robot melewati
garis hitam yang programnya 11110101 maka dia akan maju dan bila melewati garis
yang berbelok kanan maka dia akan mengarahkan robot ke program 11111100 maka
secara otomatis robot akan berbelok ke kanan dan bila robot menyentuh garis
yang mengarah ke kiri maka dia akan membaca program 11110111 maka robot akan
berpindah ke kiri dan bila robot tersebut akan diam
1.2.Saran
Saran untuk pembaca makalah ini jika ingin robot line
follower bekerja dengan baik harus memperhatikan rangkaian terlebih dahulu.
Perhatikan juga program yang dibuat, simulasikan terlebih dahulu sebelum
dimasukkan ke alat.dan sebaikmya penanggung jawab shift lebih
memperhatikan lagi praktikan bagaimana mereka membuat alat
DAFTAR PUSTAKA
·
Yuliadi, Rachmat. 2014. “Desain Papan
Sirkuit Cetak (Printed Circuit Board, PCB). 27 November
·
Teguh, Pramono. 2013. “Mikrokontroler
AT89S51”. 27 November
·
Admin. 2012. “Driver Motor DC L293D”. 28 November
·
Suprianto2015. “Pengertian Trimpot dan
Fungsinya”. 28 November
·
Kho,
Dickson. 2016. “Pengertian Motor DC dan Prinsip Kerjanya”. 28 November
·
Admin. 2012. “Teori
Motor DC Dan Jenis-Jenis Motor DC”. 28 November
·
Antox.
2009. “Sistem Sensor Infra Merah”. 28 November
·
Kho, Dickson. “Pengertian Photodiode
(Dioda Foto) dan Prinsip kerjanya”.. 29 November
·
Admin.
“Pengertian dan Fungsi Kapasitor”. 29 November
LAMPIRAN
Comments
Post a Comment